Bursa Pagi: Global Naik, Asia Mixed, IHSG Masuk Jenuh Jual

Bursa Pagi: Global Naik, Asia Mixed, IHSG Masuk Jenuh Jual

Posted by Written on 13 February 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (13/2), dibuka mixed cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Provinsi Hubei, China, hari ini melaporkan lonjakan jumlah kasus virus korona, setelah mulai memperhitungkan kasus "terdiagnosa klinis". Indeks MSCI Asia ex-Jepang bergerak mendatar.

Membuka perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka menguat 0,21%. Indeks berlanjut bertambah 0,20% (14,40 poin) menjadi 7.102,60 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun tipis 0,02% (-3,94 poin) di posisi 23.857,27, setelah dibuka melemah 0,13% dan Topix turun 0,37%. Saham Softbank Group melonjak 0,94%. IndeksKospi, Korea Selatan meningkat 0,59% dan berlanjut naik 0,47% menjadi 2.248,87.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,47% (129,99 poin) ke level 27.953,65 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat tipis 0,01% di posisi 2.927,14.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada kecenderungan kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah kemarin gagal mempertahankan posisinya di zona hijau, dan ditutup anjlok 0,69% ke level 5.913. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,20% menjadi USD24,57.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih cenderung melemah, namun berpotensi mengalami technical rebound. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi rebound di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melonjaknya jumlah korban meninggal dan terinfeksi virus korona yang terkonfirmasi pagi ini, dan adanya peluang respon negatif investor terhadap rencana akuisi IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan  support  di level 5.875 dan resistance di level 5.950.


Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: LSIP (Buy, Support: Rp1.190, Resist: Rp1.245), JSMR ( SELL , Support: Rp4.775, Resist: Rp4.950), CPIN (Buy, Support: Rp6.300, Resist: Rp6.500), BBRI (Buy, Support: Rp4.480, Resist: Rp4.560).

  • ETF: XIPI ( SELL , Support: Rp172, Resist: Rp174), XIHD ( SELL , Support: Rp478, Resist: Rp482), 

    XBNI ( SELL , Support: Rp1.056, Resist: Rp1.070).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melesat ke tingkat tertinggi sepanjang masa, setelah investor menyingkirkan kekhawatiran tentang dampak virus korona pada laba perusahaan dan ekonomi global. 

Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan 97 kematian tambahan dengan total kasus yang dikonfirmasi melewati 44.000. Namun, laju kasus baru yang dilaporkan melambat mencapai level terendah sejak akhir Januari. Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, di depan Komite Perbankan Senat, mengatakan bank sentral harus memiliki gagasan tentang dampak virus korona pada ekonomi AS "secepatnya."

Saham United Health melejit lebih dari 4% memimpin Dow Jones. Nike, Apple dan Caterpillar melonjak lebih dari 2%. Sektor teknologi dan energi memimpin kenaikan S&P 500, masing-masing meningkat lebih dari 1%. Saham Wynn Resorts dan Las Vegas Sands, yang terekspos pasar China melesat lebih dari 3%, setelah upgrade  Bank of America yang merekomendasikan "buy". Delta dan American Airlines melompat 1,4% dan 2,1%. Berdasarkan data FactSet, sekitar 70% emiten S&P 500 sudah melaporkan keuangan kuartal keempat, 71,1% diantaranya mengalahkan ekspektasi analis.

  • Dow Jones Industrial Average melonjak 0,94% (275,08 poin) ke level 29.551,42.

  • S&P 500 naik 0,65% (21,70 poin) menjadi 3.379,45.

  • Nasdaq Composite Index melaju 0,9% (87,02 poin) ke posisi 9.725,96.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat, setelah para pedagang mencermati laporan keuangan perusahaan dan perlambatan penyebaran virus korona. Indeks STOXX 600 naik 0,63% menjadi 431,16, mencapai rekor tertinggi, dengan sebagian besar sektor berada di wilayah positif. Saham otomotif melonjak 3,8% memimpin kenaikan indeks, sementara utilitas merosot 0,4%. Eurostat menyebutkan,  output  manufaktur zona euro pada Desember merosot 2,1% (mtm), jauh lebih besar dari ekspektasi penurunan 1,6%.

Saham Heineken melonjak 5%, setelah berita pengunduran diri CEO-nya dan memproyeksikan pertumbuhan laba tahun ini. ABN Amro anjlok 6%, karena gagal melampaui ekspektasi laba kuartal keempat, mengirim sahamnya jatuh 6% ke bagian bawah Stoxx 600. Evolution Gaming, melambung hampir 15% setelah melaporkan laba kuartal keempat yang kuat. NMC Health melesat 10%.

  • FTSE 100 London naik 0,47% (34,93 poin) menjadi 7.534,37.

  • DAX 30 Frankfurt melaju 0,89% (121,94 poin) ke level 13.749,78.

  • CAC 40 Paris meningkat 0,83% (49,97 poin) ke posisi 6.104,73.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, dengan menyentuh level tertinggi lebih dari dua tahun terhadap euro. Rilis data manufaktur zona euro yang lebih buruk dari ekspektasi dan ketidakpastian politik di Jerman membebani euro. Investor menggelontorkan dana lebih banyak ke pasar saham AS didorong optimisme bahwa wabah virus korona akan teratasi.

China melaporkan jumlah terendah kasus baru virus korona dalam dua pekan, memperkuat prediksi bahwa wabah di negara itu berakhir April. Investor juga semakin lebih nyaman dengan risiko, karena pandangan bahwa bank sentral kemungkinan akan menyediakan peningkatan akomodasi jika virus korona membahayakan ekonomi global. Chairman Federal Reserve, Jerome Powell mengatakan kepada Kongres bahwa ekonomi AS berada di posisi yang baik. Indkes Dolar AS naik 0,33% menjadi 99,049.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.0871-0.0003-0.03%6:33 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2954-0.0006-0.05%6:33 PM
Yen (USD-JPY)110.08-0.01-0.01%6:33 PM
Yuan (USD-CNY)6.97200.0060+0.09%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,674.00-0.500.00%--

Sumber : Bloomberg.com, 12/2/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi ditutup melonjak lebih dari 3%, Rabu, setelah China melaporkan angka harian terendah dalam kasus virus korona sejak akhir Januari. Investor berharap permintaan bahan bakar di konsumen minyak terbesar kedua di dunia itu bisa mulai pulih kembali.Menurut Badan Informasi Energi persediaan minyak mentah AS naik 7,5 juta barel pekan lalu melebihi ekspektasi kenaikan 3 juta barel.

Stok bahan bakar dan bensin menyusut yang di luar dugaan. Sebelumnya, AS memangkas perkiraan pertumbuhannya untuk tahun ini sebesar 310.000 bph, menjadi 990.000 bph. OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan global permintaan minyak karena virus korona sebesar 230.000 bph - penilaian yang cukup rendah dibandingkan prediksi lainnya. Di sisi lain, OPEC merekomendasikan pemangkasan lebih lanjut 600.000 bph.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent,naik USD1,78 (3,3%), menjadi USD55,79 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, naik USD1,23 (2,5%), menjadi USD51,17 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup tertahan di dekat level terendah satu pekan, karena sentimen risiko membaik. Minat investor terhadap aset berisiko meningkat seiring penurunan laju kasus virus korona yang baru dan pandangan optimistis Chairman Federal Reserve tentang ekonomi. Namun masih belum jelas sejauh mana pertumbuhan ekonomi akan menerima pukulan dari virus yang telah menewaskan lebih dari 1.100 orang, menutup bisnis di China serta mengguncang pasar keuangan sejak akhir Januari.

Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, naik 0,67% menjadi 922,23 ton pada Selasa, tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Harga logam mulia lainnya; palladium melonjak 2,4% menjadi USD2.396,68 per ounce, perak turun 0,7% menjadi USD17,50 dan platinum menyusut 0,6% menjadi USD963,43.

  • Harga emas di pasar spot stabil di posisi USD1.567,77 per ounce.

  • Harga emas berjangka 0,1% lebih tinggi menjadi USD1.571,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author