Bursa Siang:  Investor Cemas Corona Marak Lagi, IHSG Susul Jejak Koreksi Market Regional

Bursa Siang: Investor Cemas Corona Marak Lagi, IHSG Susul Jejak Koreksi Market Regional

Posted by Written on 12 May 2020


Ipotnews IHSG meluncur ke zona merah pada akhir perdagangan sesi 1 hari Selasa (12/5). Indeks terpangkas -1,24 persen (-58 poin) ke level 4.581. Pelemahan IHSG berbarengan dengan tekanan yang terjadi di market regional. Investor mencemaskan gelombang II infeksi virus corona.

Indeks LQ45 -1,85% ke 682.

Indeks IDX30 -1,81% ke 373.

Indeks IDX80 -1,58% ke 96.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,14% ke 514.

Indeks Kompas100 -1,56% ke 898.

Indeks Sri Kehati -2,28% ke 275.

Indeks SM Infra18 -1,92% ke 212.

Saham Teraktif: BBRIBMRIBBCA,BBNIMNCNASIIRALS

Saham Top Gainers LQ45: BRPTCPINHMSPGGRMSMGRLPPFUNVR

Saham Top Losers LQ45: ITMGTKIMINKPSRILINTPADROPTBA

Nilai transaksi Rp3,22 triliun. Volume perdagangan sebanyak 34,68 juta lot saham. Investor asing net sell Rp516,03 miliar.

Nilai tukar rupiah turun -0,27 di level Rp14.890 terhadap USD (11.50 AM).


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak melemah pada perdagangan sesi awal hari Selasa (12/5). Pelemahan ini terjadi di tengah tumbuhnya kekhawatiran para investor terhadap gelombang kedua infeksi virus corona.

Dilaporkan dari kota di China, awal pandemi muncul, telah ditemukan kasus baru pertama pasca pencabutan lockdown. Di pusat kota Wuhan ditemukan 5 kasus infeksi baru hari Senin awal pekan ini. Sehingga menimbulkan keraguan atas upaya untuk melonggarkan pembatasan terkait virus corona di seluruh negeri ketika bisnis mulai menggeliat dan orang-orang kembali bekerja.

"Perkiraan saya bahwa kasus corona akan sedikit datar di seluruh Asia," ujar Shane Oliver, Analis pada AMP Capital yang berbasis di kota Sydney seperti dikutip Reuters.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong memimpin pelemahan di bursa Regional. Hang Seng terkoreksi 1,84 persen. Sementara itu market saham Tiongkok juga terkoreksi. Indeks Shanghai turun 0,3 persen. Indeks Shenzhen Composite turun 0,348 persen.

Inflasi di China periode April naik 3,3 persen (YoY) vs ekspektasi naik sebesar 3,7 persen (polling Reuters). Sedangkan inflasi di tingkat produsen periode April turun 3,1 persen (YoY) vs turun sebesar 2,6 persen.
Pelemahan juga terjadi di pasar saham Tokyo. Indeks Nikkei 225 turun 0,31 persen. Indeks TOpix di pasar saham yang sama turun 0,22 persen. Adapun Indeks Kospi di bursa Korsel turun 1,22 persen.
Mengekor pelemahan di sebagian besar pasar regional, Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia melemah 1,42 persen. Patokan pasar saham regional, MSCI Asia Pasific Index drop 1,26 persen.
"Sulit untuk melihat pasar saham menguat lebih tinggi," ujar Rob Carnell, Analis pada lembaga ING seperti dikutip CNBC . Dia mengatakan banyak dorongan ke pasar disebabkan oleh kebijakan moneter akomodatif luar biasa dan kebijakan fiskal pemerintah di seluruh dunia.
Indeks dolar AS menguat tipis ke posisi 100,359 dibanding sesi sebelumnya di posisi 100.
Nilai tukar yen terkoreksi tipis di level 107,48 dari sesi lalu di level 107,4.
Dolar AUD terkorekis ke $0,6436 dari posisi sebelumnya di $0,654.
Indeks dolar AS drop ke 99,768 dari posisi sebelumnya di level 100
Kurs yen terhadap USD terkoreksi di 106,96 dari level lalu di 106,2 yen.
Nilai tukar AUD naik ke level $0,6542 dari sebelumnya di $0,64.

Oil
Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan hari Selasa (12/5) di sesi pagi, disorong oleh komitmen tak terduga Arab Saudi untuk memangkas produksi lebih besar di bulan Juni guna menolong pengurangan banjir pasokan di pasar yang telah berlebihan akibat pandemi corona merusak demand terhadap BBM.
Harga minyak WTI naik 1,6 persen ke level USD24,52 per barel. Sedangkan minyak Brent menguat 0,8% ke level USD29,87. (02.06 GMT)

(cnbc/reuters/idx/)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author