Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat, Laju IHSG Berisiko Terkoreksi

Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat, Laju IHSG Berisiko Terkoreksi

Posted by Written on 17 July 2020


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (17/7), bursa saham Asia dibuka menguat, berusaha keluar dari tekanan penurunan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Bursa saham global berguguran setelah kejatuhan harga saham China hingga lebih 4% pada sesi perdagangan kemarin.

Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,13%. Pasar menunggu rilis data perdagangan Singapura, setelah mengumumkan penurunan PDB yang lebih buruk dari perkiraan analis pada awal pekan ini.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,41%, diwarnai kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut menguat 0,21% (12,40 poin) menjadi 6.023,30 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menguat 0,15% (34,35 poin) di posisi 22.804,71, setelah dibuka naik 0,29%, dan Topix bertambah 0,13%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 0,54% dan berlanjut meningkat 0,51% ke level 2.194,83.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,69% (171,37 poin) ke level 25.142,06 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China, menguat 0,13% menjadi 3.214,40.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks saham acuan global dan regional yang berlawanan arah, setelah berhasil mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup naik 0,44% ke posisi 5.098. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,47% menjadi USD19,03.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi terkoreksi di tengah tren positif penguatan indeks. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya pola bearish yang mengindikasikan adanya risiko koreksi wajar, namun di lain pihak mengonfirmasi pola penguatan lanjutan yang cukup kuat.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks di bursa Wall Street, seiring tertekannya emiten sektor teknologi dan bervariasinya data ekonomi, serta turunnya harga hampir semua komoditas kecuali timah, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu keputusan Bank Indonesia untuk kembali memangkas BI7 DRRR untuk keempat kalinya di tahun ini sebesar 25bps menjadi 4.00%, untuk mendorong proses pemulihan ekonomi, berpeluang menjadi sentimen positif.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 5,050 dan  resistance  di level 5,140. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham: BJBR (Buy). Support: Rp905, Resist: Rp940, BBCA (Buy). Support: Rp30,550 Resist: Rp31,150, 

    TOWR (Buy). Support: Rp1,050 Resist: Rp1,080, HMSP (Buy). Support: Rp1,775 Resist: Rp1.940.

  • ETF: XBNI (Buy). Support: Rp896, Resist: Rp914, XIML (Buy). Support: Rp225, Resist: Rp231, 

    XPFT (Buy). Support: Rp446, Resist: Rp456.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah, di tengah tekanan pada harga saham raksasa teknologi. Para  trader  mencerna laporan keuangan emiten dan sejumlah data ekonomi yang variatif. 

Rilis data klaim pengangguran mingguan AS pekan lalu mencapai 1,3 juta, sedikit lebih buruk dari ekspektasi kenaikan 1,25 juta. Namun, penjualan ritel Juni lalu melonjak 7,5% melampaui ekspektasi kenaikan 5,2% ,jauh di bawah lonjakan periode Mei sebesar 17,7%. 

Saham Microsoft dan Apple merosot lebih dari 1%, Amazon turun 0,3%. Netflix rontok 11%, setelah melaporkan kinerja keuangannya. Bank of America anjlok lebih dari 2% meski merilis laba yang lebih baik dari perkiraan. 

Johnson & Johnson naik 0,7% karena rilis laba yang lebih baik dari perkiraan. Perusahaan itu mengatakan sedang melakukan uji coba vaksin untuk Covid-19. Morgan Stanley melonjak 2,5% karena laba kuartalannya mengalahkan ekspektasi analis. Tapi Carnival, Royal Caribbean, dan Norwegian Cruise Line, anjlok lebih dari 7%. United Airlines dan American Airlines terperosok 5% dan 7,4%.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,5% (-135,39 poin) ke posisi 26.734,71.

  • S&P 500 berkurang 0,34% (-10,99 poin) menjadi 3.215,57.

  • Nasdaq Composite melorot 0,73% (-76,66 poin) ke level 10.473,83.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir di zona negatif, gagal mendapatkan dorongan dari rilis data pertumbuhan China yang menunjukkan  rebound . China mengungkapkan bahwa PDB kuartal kedua tahun ini tumbuh sebesar 3,2% (yoy), mengalahkan ekspektasi pertumbuhan 2,5%. Namun, saham di Asia Pasifik justru ditutup lebih rendah, setelah rilis data tersebut. Pandemi virus korona terus membebani sentimen pasar. Bank Sentral Eropa memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan program stimulus darurat virus korona.

IndeksSTOXX 600 turun 0,47% menjadi 372,13, dipimpin kejatuhan harga saham sektor perjalanaan dan wisata sebesar 1,9%, sementara saham konstruksi dan material menguat 0,5%. Saham Orphan Biovitrum Swedia terperosok 8% setelah melaporkan kinerja keuangannya. Namun perusahaan farmasi Jerman, Sartorius melesat 10% setelah meningkatkan panduan laba setahun penuh

  • DAX 30 Jerman turun 0,43% (-56,01 poin) menjadi 12.874,9.

  • FTSE 100 Inggris melorot 0,67% (-41,96 poin) ke level 6.250,69.

  • CAC 40 Prancis menyusut 0,46% (-23,70 poin) ke posisi 5.085,28.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, di tengah kekhawatiran meningkatnya kasus infeksi virus korona yang mendorong aksi penghindaran risiko ( risk-off ). California dan negara bagian lainnya kembali melakukan pembatasan aktivitas, sehingga meningkatkan kekhawatiran ekonomi dan tekanan pada pasar tenaga kerja AS. Penjualan ritel pada periode Juni meningkat untuk bulan kedua berturut-turut, tetapi lonjakan kasus Covid-19 menghambat proses pemulihan. Sekitar 32 juta warga Amerika mengajukan tunjangan pengangguran.

Euro sedikit menguat menjelang KTT Uni Eropa yang dimulai Jumat, yang diprediksi akan memutuskan dana pemulihan senilai 750 miliar euro untuk menghidupkan kembali perekonomian. Yen Jepang melemah, sedangkan frank Swiss menguat terhadap dolar. Indeks Dolar AS (Indeks DXY), yang mengukur kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju naik 0,28% menjadi 96,346.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13850.0001+0.01%7:26 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.25580.0005+0.04%7:26 PM
Yen (USD-JPY)107.320.050+0.05%7:27 PM
Yuan (USD-CNY)6.98960.0007+0.01%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,625.0037.50+0.26%3:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 16/7/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun. OPEC + sepakat untuk mengurangi pemotongan produksi minyak dari Agustus, sebesar 2 juta barel per hari menjadi 7,7 juta bph hingga Desember. 

Lonjakan kasus infeksi baru virus korona di AS ikut menekan harga minyak. Hampir 600.000 orang di seluruh dunia meninggal karena penyakit ini.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional, Fatih Birol, mengatakan pasar minyak global sedang menyeimbangkan kembali, dengan perkiraan harga di sekitar USD40 per barel dalam beberapa bulan mendatang. Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, mengatakan pengurangan produksi pada Agustus dan September akan mencapai sekitar 8,1 juta-8,3 juta bph lebih dari angka yang disepakati. Produksi minyak mentah harian pengilangan China pada Juni naik 9% dari tahun sebelumnya.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent,turun 45 sen (-1%) menjadi USD43,35 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 45 sen (-1,09%) menjadi USD40,75 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup turun, ke bawah level USD1.800, tertekan oleh penguatan dolar. Bank Sentral Eropa mempertahankan kebijakan moneternya, sehingga mendorong beberapa investor untuk mengambil keuntungan. Presiden ECB, Christine Lagarde, mengatakan bank sentral akan menggunakan kekuatan stimulus sepenuhnya bahkan ketika ekonomi zona euro menunjukkan beberapa tanda  rebound  dari resesi.

Namun menurut analis, meningkatnya ketegangan AS dan China serta lonjakan infeksi virus korona di beberapa negara besar tetap mendukung fundamental emas. Sejumlah negara bagian, seperti California, ditutup kembali, memicu kekhawatiran akan lebih banyak kerusakan bisnis. Harga logam mulia lainnya; palladium naik 0,4% menjadi USD1.988,92 per ounce, platinum kehilangan 1,2% menjadi USD822,42, dan perak tergelincir 1,2% menjadi USD19,15.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,8% menjadi USD1.796 per ounce.

  • Harga emas berjangka melemah 0,7% menjadi USD1.800,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT #IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author