Bursa Pagi: Global Variatif, Pelemahan Asia Ganggu Peluang Laju IHSG

Bursa Pagi: Global Variatif, Pelemahan Asia Ganggu Peluang Laju IHSG

Posted by Written on 23 July 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (23/7), dibuka cenderung melemah, mengikuti tren pelemahan pada penutupan bursa saham utama Eropa, mengabaikan laju kenaikan bursa saham Wall Street. Ancaman Beijing untuk membalas tindakan Washington untuk memaksa menutup konsulat China di Houston, menghantui pasar.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia yang relatif mendatar di kisaran level 6.070. Indeks berlanjut melemah 0,17% (-10,60 poin) menjadi 6.064,50 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan melorot 0,71% ke level 2.212,89, setelah dibuka turun 0,42%. Bursa saham Jepang hari ini tutup karena hari libur.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melompat 0,71% (177,96 poin) ke level 25.235,90 pada pukkul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China merosot 0,81% ke posisi 3.306,15.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada bervariasinya pergerakan indeks saham acuan di bursa global dan regional, setelah gagal mempertahankan posisinya di zona hijau dan ditutup melemah 0,09% menjadi 5.110. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,53% menjadi USD19,11.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi kembali ke zona hijau namun masih dibayangi tren koreksi minor. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya peluang untuk berbalik menguat melanjutkan tren positif di tengah tekanan koreksi lanjutan di zona jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa Wall Street seiring tercapainya kesepakatan antara pemerintah AS dengan Pfizer dan Bio N Tech, serta kemajuan perpanjangan manfaat asuransi pengangguran diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu naiknya harga beberapa komoditas seperti CPO, timah, emas dan batu bara berpeluang menjadi tambahan katalis positif untuk indeks harga saham gabungan.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan  support  di level 5,055 dan  resistance  di level 5,165. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: PGAS (Buy). Support: Rp1,170, Resist: Rp1,275, BDMN (Buy). Support: Rp2,770 Resist: Rp2,920, GGRM (Buy). Support: Rp48,650 Resist: Rp50,550, AKRA (Buy). Support: Rp2,600 Resist: Rp2.800.

  • ETF: XPLC (Buy). Support: Rp396, Resist: Rp406, XDIF (Buy). Support: Rp389, Resist: Rp397, 

    XIJI (Buy). Support: Rp561, Resist: Rp572.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir menguat didukung oleh berita kesepakatan vaksin virus korona pemerintah AS dengan Pfizer dan BioNTech, serta perkembangan seputar negosiasi stimulus AS. 

Washington sepakat membayar USD1,95 miliar untuk 100 juta vaksin virus korona dan bisa mendapatkan tambahan 500 juta dosis obat produksi Pfizer dan BioNTech, jika terbukti aman dan efektif. Saham Pfizer dan BioNTech melesat lebih dari 5%, dan 13,7%.

CNBC memberitakan,  Partai Republik mempertimbangkan untuk memperpanjang tunjangan pengangguran USD400 per bulan hingga Desember. Sentimen pasar tetap terkendali setelah Departemen Luar Negeri AS tiba-tiba memerintahkan China untuk menutup konsulatnya di Houston. Kementerian Luar Negeri China mengutuk tindakan itu dan memperingatkan tindakan tegas jika AS tidak membalikkan keputusannya. Saham Snap anjlok lebih dari 6%, saham United Airlines merosot 4,2%, Nike naik 0,6% dan Best Buy melesat 7,8 % setelah melaporkan kinerja keuangan kuartalan.

  • Dow Jones Industrial Average meningkat 0,62% (165,44 poin) ke level 27.005,84.

  • S&P 500 naik0,57% (18,72 poin) ke posisi 3.276,84.

  • Nasdaq Composite bertambah 0,24% (25,76 poin) menjadi 10.706,13.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di zona merah, kekhawatiran terhadap virus korona melebihi optimisme atas dana pemulihan Uni Eropa. Pemimpin Uni Eropa menyepakati dana pemulihan 750 miliar euro untuk membantu kawasan itu pulih dari krisis virus korona. Di AS, virus korona telah menginfeksi lebih dari 3,8 juta orang, dan menewaskan hampir 142.000 orang. AS melaporkan lebih dari 1.000 kematian akibat Covid-19, Selasa lalu.

Indeks STOXX 600 melorot 0,87% menjadi 373,44, dipimpin kejatuhan harga saham minyak dan gas lebih dari 2%. Harga saham grup media Norwegia, Schibsted, melambung 15% setelah Adevinta membeli unit iklan baris eBay senilai USD9,2 miliar. Saham Melrose rontok 19% setelah perusahaan transformasi bisnis Inggris itu membukukan kerugian kuartal kedua dan memperingatkan pemotongan tenaga kerja karena penjualan merosot.

  • DAX 30 Jerman turun 0,51% (-67,58 poin) menjadi 13.104,25.

  • FTSE 100 Inggris merosot 1,00% (-62,63 poin) ke posisi 6.207,10.

  • CAC 40 Prancis terperosok 1,32% (-67,16 poin) ke level 5.037,12.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, di tengah lonjakan nilai tukar euro ke level tertinggi dalam hampir dua tahun. Mata uang komoditas juga menguat karena berlanjutnya minat mengambil risiko ( risk-on) setelah pemimpin Uni Eropa menyepakati stimulus fiskal 750 miliar euro. Pasar cenderung mengabaikan ketegangan AS-China, setelah Washington memaksa Beijing untuk menutup konsulatnya di Houston. Poundsterling melemah setelah laporan  Financial Times  bahwa Inggris membuang harapan untuk mendapatkan kesepakatan perdagangan bebas dengan AS pada akhir tahun, serta kekhawatiran periode transisi Brexit akan berakhir tanpa kesepakatan dengan Uni Eropa.

Berkembangnya kasus virus korona dan penerapan kembali langkah-langkah penguncian di negara bagian terbesar kedua di Australia berdampak kecil pada mata uangnya, bahkan setelah laporan bahwa wabah virus itu akan memotong pertumbuhan PDB kuartal ketiga sebesar 0,75 poin persentase. Indeks Dolar (Indeks DXY) yang mengukur kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju melorot 0,14% menjadi 94,988.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1567-0.0003-0.03%7:48 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2733-0.0001-0.01%7:48 PM
Yen (USD-JPY)107.170.02+0.02%7:48 PM
Yuan (USD-CNY)7.00020.0191+0.27%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,650.00-91.00-0.62%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 22/7/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerk melemah di tengah meningkatnya ketegangan AS-China. Harga miyak juga tertekan oleh rilis data resmi persediaan minyak mentah AS yang menunjukkan kenaikan mengejutkan. Badan Informasi Energi mengungkapkan persediaan minyak mentah AS hingga akhir pekan lalu naik 4,9 juta barel menjadi 536,6 juta barel, jauh dari ekspektasi penurunan 2,1 juta barel. Produksi meningkat jadi 11,1 juta barel per hari, melonjak 100.000 bph.

Harga minyak juga tertekan setelah Washington meminta Beijing menutup konsulatnya di Houston, dan China sedang mempertimbangkan untuk menutup konsulat AS di Wuhan. Irak, produsen terbesar kedua di OPEC dikabarkan masih belum memenuhi target pakta pemotongan pasokan dalam OPEC +.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 3 sen menjadi USD44,29 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 2 sen menjadi USD41,90 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melonjak ke level tertinggi sejak September 2011, di USD1.870,01 per ounce. Meningkatnya ketegangan AS-China memicu permintaan emas sebagai  safe-haven . Harga perak juga mendekati tingkat tertinggi tujuh tahun di tengah harapan pemulihan permintaan industri. Perseteruan antara AS dan China dikhawatirkan akan semakin memperburuk prospek ekonomi global saat berada di bawah tekanan pandemi.

Suku bunga yang rendah dan gelombang stimulus untuk meredam ekonomi yang terpukul virus korona, sebagai jaminan terhadap meningkatnya ketidakpastian, telah melambungkan harga emas sekitar 23% sepanjang tahun ini. Harga logam mulia lainnya; perak meroket 6,4% menjadi USD22,68 per ounce, palladium anjlok 1,3% menjadi USD2.129,25, dan platinum melesat 2,6% menjadi USD904,97.

  • Harga emas di pasar spot melonjak 1,3% menjadi USD1.865,61 per ounce.

  • Harga emas berjangka melejit 1,2% menjadi USD1.865,1 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author