Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed Cenderung Melemah, Ganggu Sinyal Positif IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed Cenderung Melemah, Ganggu Sinyal Positif IHSG

Posted by Written on 03 August 2020


Ipotnews - Mengawali pekan pertama Agustus, Senin (3/8), bursa saham Asia dibuka  mixed  cenderung melemah, di tengah memanasnya konflik AS-China. Washington menyatakan akan melakukan langkah baru terhadap perusahaan perangkat lunak China yang dinilai sebagai ancaman terhadap keamanan nasional. Indeks MSCI Asia ex-Jepang melemah 0,15%. Pasar menunggu rilis indeks PMI China Caixin/Markit hari ini.

Membuka perdagangan bulan ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan penurunan tipis indeks ASX 200 di posisi 5.927, diwarnai penurunan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Penurunan indeks berlanjut 0,51% (-30,50 poin) menjadi 5.897,30 pada pukul 8:00 WIB.

Pada jam yang indeks Nikkei 225, Jepang melesat 1,79% (389,28 poin) ke level 22.099,28, setelah dibuka melonjak 1,07%, dan Topix melompat 1,03%. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka melemah 0,15%, dan berlanjut turun 0,30% ke posisi 2.242,73.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0.12% (-28,54 poin) menjad 24.566,81 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,67% ke posisi 3.332,18.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham Asia yang relatif melemah, setelah menutup perdagangan pada Juli lalu dengan membukukan kenaikan 0,75% ke level 5.149. Namun harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,43% menjadi USD18.74.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan kenaikan. Rilis data inflasi Juli dan laporan keuangan sejumlah emiten akan mempengaruhi pergerakan IHSG . Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  bullish continuation  dengan sinyal positif.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa Wall Street seiring solidnya laporan keuangan emiten sektor teknologi dan kompak menguatnya harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu investor juga akan mencermati laporan keuangan kuartal kedua emiten di dalam negeri.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 5,105 dan  resistance  di level 5,190. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BMRI (Buy). Support: Rp5,675, Resist: Rp5,925, ICBP (Buy). Support: Rp9,100 Resist: Rp9,300, 

    MDKA (Buy on Weakness). Support: Rp1,755 Resist: Rp1,820, ITMG (Buy on Weakness). Support: Rp7,725 Resist: Rp8,000.

  • ETF: XIHD (Buy). Support: Rp402, Resist: Rp413, XIPI (Buy). Support: Rp139, Resist: Rp143, 

    XPFT (Buy). Support: Rp448, Resist: Rp460.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan Juli dengan berlabuh di zona hijau didukung oleh kenaikan harga saham sektor teknologi papan atas sebagai  market leader.  Hingga Jumat lalu, Kongres dan Gedung Putih belum menyepakati stimulus darurat untuk pengangguran. Rilis indeks sentimen konsumen University of Michigan periode Juli mencapai 72,5, turun dari 78,1 pada Juni lalu. Harga emas berjangka melonjak ke rekor tertinggi USD2.005,4 per ounce, menembus USD2.00 untuk pertama kalinya dalam sejarah.Sepanjang Juli, S&P 500 Dow Jones dan Nasdaq Composite masing-masing melompat 5,5%, 2,3 dan 6,8%. Saham-saham Big Tech menjadi pendukung utama Wall Street; Amazon dan Apple meroket 71% dan 44%, sepanjang 2020. Facebook dan Alphabet naik dua digit.

Pada perdagangan Jumat lalu, harga saham Apple melambung 10,4% ke rekor tertinggi, setelah melaporkan kenaikan penjualan 11%, mengumumkan pemecahan saham 1:4, dan mengambil alih Saudi Aramco. Harga saham Amazon melonjak 3,7%, dan Facebook melesat lebih dari 7%. Namun saham Alphabet melorot 3% karena melaporkan penurunan pendapatan untuk pertama kalinya dalam sejarah. Saham Chevron anjlok 2,7%. Saham JPMorgan dan Home Depot memerah.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,44% (114,67 poin) menjadi 26.428,32.

  • S&P 500 melanju 0,7% (24,90 poin) ke posisi 3,271.12.

  • Nasdaq Composite melonjak 1,4% (157,46 poin) ke level 10,745,27.
Bursa saham utama Eropa mengakhiri perdagangan Juli dengan membukukan penurunan, koreksi bulanan pertama sejak dilanda aksi jual masif pada Maret tahun ini. Pertumbuhan ekonomi Uni Eropa (UE) menyusut tajam lebih besar dari perkiraan. PDB Uni Eropa kuartal kedua 2020 turun tajam 12,1%, kontraksi terburuk sepanjang sejarah, seiring kebijakan lockdown yang merusak aktivitas ekonomi. PDB kuartal II Prancis rontok 13,8%, namun masih lebih baik dari ekspektasi. PDB Jerman terperosok 10,1%, terburuk sejak 1970.

Indeks STOXX 600, merosot 0,9% menjadi 356,33, turun sekitar 1% sepanjang Juli. Saham teknologi melaju 0,7% merespon kinerja emiten teknplogi papan atas di Wall Street. Harga saham Nokia melesat hampir 13%, harga aham BNP Paribas melorot hampir 1% karena melaporkan kenaikan laba. Menurut Refinitiv, hampir 50% dari emiten di STOXX 600 telah melaporkan pendapatan kuartalan, 64% diantaranya mengalmai penurunan laba yang melampaui ekspektasi.

  • DAX 30 Jerman turun 0,54% (-66,29 poin) menjadi 12.313,36.

  • FTSE 100 Inggris anjlok 1,54% (-92,23 poin) ke level 5.897,76.

  • CAC 40 Prancis merosot 1,43% (-69,25 poin) ke posisi 4.783,69.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York menutup pekan lalu dengan membukukan penguatan. Investor mengambil kesempatan yang pendek untuk mengambil keuntungan setelah penurunan bulanan terbesar dolar AS dalam satu dekade. Penguatan dolar juga ditopang data belanja konsumen yang disesuaikan dengan inflasi AS telah sedikit meningkat setelah turun tajam pada bulan April, meskipun tetap di bawah level pra-pandemi. Pada Kamis lalu, dolar menukik tajam setelah Donald Trump menyebutkan kemungkinan penundaan pemilihan Presiden AS pada 3 November mendatang.

Sepanjang Juli lalu, indeks dolar (indeks DXY) turun 4,1% di Juli, persentase penurunan bulanan terbesar sejak September 2010. Sebagian besar penurunan terjadi dalam 10 hari terakhir terkait lonjakank kasus virus korona di beberapa negara bagian AS. Beberapa data terbaru juga menunjukkan hambatan pemulihan ekonomi AS. Pada Jumat lalu, indeks dolar ditutup naik 0,35% menjadi 93,349.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.1778-0.0069-0.58%
Poundsterling (GBP-USD)1.3085-0.0011-0.08%
Yen (USD-JPY)105.831.10+1.05%
Yuan (USD-CNY)6.9752-0.0336-0.48%
Rupiah (USD-IDR)14,600.0057.50+0.40%

Sumber : Bloomberg.com, 30/7 /2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges mengakhiri pekan lalu dengan membukukan kenaikan sekaligus mengakhiri Juli di posisi lebih tinggi. Laporan bulanan Badan Informasi Energi AS menyebutkan produkdi minyak mentah AS periode Mei mencatatkan rekor penurunan sebesar 2 juta barel perhari menjadi 10 juta bph. Rilis data PDB AS longsor 32,9% (yoy), rekor penurunan paling tajam sejak 1947. Jajak pendapat ekonom Reuters menyebutkan, prospek ekonomi AS telah meredup lagi, karena meningkatnya infeksi virus korona sehingga meningkatkan risiko penguncian baru.

Pedagang akan memantau peningkatan produksi minyak OPEC + yang berencana untuk meningkatkan produksi mulai Sabtu lalu sekitar 1,5 juta bph untuk memasok pasar global. Marjin penyulingan yang lebih lemah di seluruh dunia, permintaan minyak China yang lebih rendah, dan persediaan minyak mentah yang tinggi menimbulkan tekanan lebih lanjut pada harga minyak.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 24 sen (0,7%) menjadi USD43,18 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 35 sen (0,88%) menjadi USD40,27 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pekan lalu berakhir dengan membukukan rekor tertinggi menembus USD2.000 per ounce, sekaligus mengakhiri Juli dengan kenaikan bulanan ke lima berturut-turut. Penurunan bulanan dolar yang terbesar dalam hampir satu dekade, dan rilis data PDB Uni Eropa dan AS yang menurun tajam memicu pembelian emas sebagai  safe haven.

Investor juga bersiap menghadapi situasi politik AS yang semakin tidak pasti. Harga emas batangan telah naik hampir 30% sepanjang tahun ini, didorong oleh suku bunga rendah dan stimulus dari bank sentral global. Harga logam mulai lainnya; perak melonjak 4,2% menjadi USD24,34 per ounce, platinum naik 0,4% menjadi USD916,3, dan palladium turun 0,04% di posisi USD2.134,10.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,58% menjadi USD1.970,81 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS melonjak 1% ke level USD1.985,9 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author