Bursa Pagi: Global-Regional Melesat, IHSG Fluktuatif Berusaha Berbalik Naik

Bursa Pagi: Global-Regional Melesat, IHSG Fluktuatif Berusaha Berbalik Naik

Posted by Written on 04 August 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (4/8), dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan AS, yang didukung oleh rilis data aktivitas manufaktur yang berakselerasi signifikan. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,32%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lompatan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,01% jelang rilis kebijakan suku bunga Reserve Bank of Australia dan rilis data penjualan ritel hari ini. Indeks berlanjut melesat 2,08% (123,20 poin) ke level 6.049,30 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melejit 1,53% (339,56 poin) ke posisi 22.534,94, setelah dibuka melaju 1,04% dan Topix melonjak 1,34%, diwarnai penurunan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka meningkat 1,03% dan berlanjut melesat 1,43%.

Melanjutkan tren kenaikan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka meningkat 0,85% (206,47 poin) ke posisi 24.664,60 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,25% menjadi 3.376,44.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren kenaikan tajam indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah kemarin terpuruk di zona merah dengan membukukan kejatuhan 2,78 persen ke level 5.006. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange terpenggal 2,77% ke posisi USD18,22.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berfluktuasi, dengan berusaha berbalik ke teritori positif di tengah tekanan tren koreksi lanjutan. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan namun cukup kuat bertahan di atas level psikologis 5.000.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional seiring membaiknya data manufakur serta naiknya hampir semua komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Di sisi lain kekhawatiran investor terhadap kemungkinan kontraksi dalamekonomi Indonesia pada kuartal dua tahun ini masih akan menjadi sentimen negatif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan  support  di level 4,900 dan  resistance  di level 5,105. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: INDF (Buy). Support: Rp6,375, Resist: Rp6,600, ERAA (Buy). Support: Rp1,450 Resist: Rp1,535, 

    TBIG (Buy on Weakness). Support: Rp1,200 Resist: Rp1,285, BBRI (Buy on Weakness). Support: Rp2,860 Resist: Rp3,100.

  • ETF: XIIT ( SELL ). Support: Rp432, Resist: Rp455, XDIF ( SELL ). Support: Rp372, Resist: Rp393, 

    XBNI ( SELL ). Support: Rp852, Resist: Rp90.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan. Indeks Nasdaq mencatatkan rekor tertinggi baru didukung kenaikan harga saham raksasa teknologi. Rilis indeks PMI manufaktur Institute for Supply Management periode Juli naik menjadi 54,2, melampaui estimasi. Investor juga menyambut musim laporan keuangan perusahaan. Data FactSet menunjukkan hingga pekan lalu, 84% perusahaan S&P 500 mengalahkan ekspektasi laba. Anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat belum menemui titik temu dalam pembentukan undang-undang bantuan virus korona berikutnya.

Saham Microsoft melesat lebih dari 5% setelah mengkonfirmasikan laporan rencana pembeli aplikasi video sosial TikTok, ketika Presiden AS Donald Trump mengancam akan melarang TikTok karena kekhawatiran keamanan nasional. Apple dan Netflix masing-masing melejit 2,5% dan 2%. Saham Eli Lilly melonjak 1,7%, setelah mengumumkan dimulainya uji coba fase ketiga LY-CoV555, pengobatan antibodi virus korona eksperimental. Indeks utama Wall Street mencatat kenaikan bulanan keempat berturut-turut pada Juli; S&P 500 melonjak 5,5%, Nasdaq melesat lebih dari 6%, dan Dow Jones melaju 2,4%.

  • Dow Jones Industrial Average melompat 0,89% (236,08 poin) ke posisi 26.664,40.

  • Nasdaq Composite melonjak 1,47% (157,52 poin) ke level tertinggi 10.902.80.

  • S&P 500 melaju 0,72% (23,49 poin) menjadi 3.294,61.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melonjak, didorong oleh data manufaktur yang positif dari zona euro. Indeks PMI manufaktur IHS Markit untuk periode Juli menunjukkan aktivitas manufaktur di seluruh zona euro meningkat untuk pertama kalinya sejak awal 2019, menjadi 55,3 dari 48,9 pada Juni lalu. 

Indeks STOXX 600 melesat 2,05% menjadi 363,64, dipimpin lonjakan harga saham sektor otomotif sebesar 3,8%.

Saham Societe Generale melemah karena membukukan rugi kuartal kedua, gagal memenuhi ekspektasi analis. HSBC juga gagal memenuhi estimasi setelah melaporkan penurunan laba sebelum pajak, akibat dari peningkatan ketentuan untuk kredit macet. Harga sahamnya anjlok 3%. Harga saham Heineken melorot 2% karena membukukan kerugian di paruh pertama 2020. Saham penyedia terapi radiasi asal Swedia, Elekta, melonjak hampir 15%.

  • DAX 30 Jerman melejit 2,71% (333,62 poin) ke level 12.646,98.

  • FTSE 100 Inggris melesat 2,29% (135,09 poin) ke posisi 6.032,85.

  • CAC 40 Prancis melonjak 1,93% (92,24 poin) menjadi 4.875,93.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, investor melepas  short position  menyusul kinerja bulanan terlemah  greenback  dalam satu dekade. Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju sudah terpenggal lebih dari 4% sepanjang Juli. Pelemahan tersebut terkait dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS lebih lanjut , dan kebuntuan di antara anggota parlemen AS tentang stimulus fiskal lebih lanjut. Turunnya imbal hasil obligasi AS juga menjadi penekan dolar. Meningkatnya defisit fiskal AS untuk mendanai stimulus mendorong Fitch Rating untuk merevisi rating triple A AS menjadi negatif dari stabil.

Indeks Dolar sempat menembus 93,997, namun tertken kembali oleh rilis sejumlah indikator ekonomi AS yang kurang memuaskan. Belanja konstruksi AS periode Juni jatuh ke level terendah satu tahun. Survei Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas manufaktur AS periode Juli berakselerasi ke level tertinggi dalam hampir satu setengah tahun. Data Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka AS menunjukkan  net short  spekulan pada dolar AS melonjak ke level tertinggi sejak Agustus 2011 di USD24,27 miliar. Indeks Dolar ditutup menguat 0,21% menjadi 93,542.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1758-0.0004-0.03%7:33 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30760.0001+0.01%7:33 PM
Yen (USD-JPY)106.050.10+0.09%7:33 PM
Yuan (USD-CNY)6.98090.0057+0.08%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,630.0030.00+0.21%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 3/8/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat, ditutup naik lebih dari 1%. 

Rilis indeks PMI manufaktur AS, Eropa dan Asia periode Juli yang berakselerasi mendukung harga minyak. Akan tetapi investor tetap khawatir tentang melonjaknya kasus Covid-19 secara global, dan kelebihan pasokan ketika OPEC mulai mengurangi pemotongan pasokan.

Bulan ini OPEC + bersiap untuk mengurangi pemotongan pasokan minyak menjadi 7,7 juta barel per hari, dari 9,7 juta bph yang diberlakukan sejal Mei lalu, sementara produksi  shale-oil  AS sudah mulai meningkat. 

Produksi kondensat minyak dan gas dikabarkan Rusia meningkat menjadi 9,8 juta bph selama 1-2 Agustus, dari 9,37 juta bph pada Juli lalu.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 63 sen (1,5%) menjadi USD44,15 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 74 sen (1,8%) menjadi USD41,01 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menjauh dari rekor tertinggi, setelah dolar menguat dan investor membukukan keuntungan. Fokus pasar tertuju pada perdebatan proposal baru dana bantuan virus korona di Kongres AS. Rilis indeks PMI manufaktur AS, Eropa dan Asia yang menunjukkan peningkatan aktivitas sektor manufaktur pada Juli lalu ikut menekan harga emas.

Harga emas sudah melonjak sekitar 30% sepanjang tahun ini, terutama didukung oleh suku bunga yang lebih rendah dan stimulus bank sentral global untuk meredakan tekanan pandemi. Harga logam berharga lainnya, perak turun 0,4% menjadi USD24,26 per ounce, platinum melesat 1,1% menjadi USD916,66, dan palladium mendatar di posisi USD2.091,11.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.969,74 per ounce.

  • Harga emas berjangka melemah 0,1% menjadi USD1.984,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author