Bursa Pagi: Global Menguat, Pelemahan Pembukaan Asia Bebani Peluang Laju IHSG

Bursa Pagi: Global Menguat, Pelemahan Pembukaan Asia Bebani Peluang Laju IHSG

Posted by Written on 27 August 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (27/8), dibuka bervariasi cenderung menguat, berusaha keras melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, jelang pidato Chairman Federal Reserve Jerome Powell hari ini.

Powell diharapkan akan memperkenalkan senjata baru untuk menghadapi dampak pandemi Covid-19, dan mendorong inflasi AS. Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,1%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200, Australia di kisaran level 6.125. Indeks berlanjut naik 0,43% (26,40 poin) ke posisi 6.142,80 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun 0,23% (-53,70 poin) menjadi 23.237,16, setelah dibuka melemah 0,17%, dan Topix turun 0,32%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka turun 0,25% jelang pengumuman rapat kebijakan Bank of Korea hari ini, dan berlanjut melemah 0,10% di level 2.367,01.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,09% (-22,02 poin) di posisi 25.469,77 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,11% menjadi 3.333,49.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks saham global dan regional yang berbeda arah, setelah berhasil keluar dari tekanan pelemahan pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup menguat tipis 0,03% menjadi 5.340. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange bergerak mendatar di posisi USD20,24.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan tren  bullish  dengan yang dorongan penguatan terbatas. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya sinyal positif untuk penguatan lanjutan, terkonsolidasi pada area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, solidnya data ekonomi AS dan hasil yang menjanjikan dari uji coba vaksin Moderna diprediksi akan menjadi sentimen positif.Sementara itu menguatnya mayoritas harga komoditas dan cairnya bansos untuk pekerja dengan gaji di bawah 5 juta berpeluang menjadi tambahan sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 5,300 dan  resistance  di level 5,370. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ISAT (Buy). Support: Rp2,450, Resist: Rp2,550, BTPS (Buy). Support: Rp3,750 Resist: Rp4,010, 

    AALI (Buy). Support: Rp9,850 Resist: Rp10,250, EXCL (Buy). Support: Rp2,480 Resist: Rp2,580.

  • ETF: XPLC (Buy ). Support: Rp424, Resist: Rp432, XPES (Buy). Support: Rp358, Resist: Rp364, 

    XPDV (Buy). Support: Rp413, Resist: Rp421.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street dini hari tadi ditutup menguat, saham-saham teknologi kembali mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq ke rekor tertinggi baru. Sentimen pasar sebagian besar terangkat oleh berita positif vaksin virus korona dan data ekonomi Amerika yang kuat. Pesanan barang tahan lama AS periode Juli naik 11,2% melampaui ekspektasi 4,3% dari Refinitiv. Pasar masih menunggu pidato Jerome Powell, sejumlah analis memperkirakan Chairman The Fed itu akan mengungkapkan perubahan fokus kebijakannya sehingga memungkinkan inflasi naik di atas 2,0% untuk memungkinkan ekonomi memanas dan angka pengangguran turun.

Saham Moderna melonjak 6,4%, setelah mengatakan vaksin virus korona buatannya menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji coba kecil pada pasien berusia 56 tahun ke atas. Saham Salesforce melambung 26%, setelah perusahaan perangkat lunak itu melaporkan kenaikan laba yang cukup besar, dan akan dimasukkan dalam komponen Dow pada akhir Agustus. Facebook dan Netflix masing-masing melonjak 8,2% dan 11,6%. 

Amazon melejit hampir 3%, sementara Alphabet dan Microsoft melaju 2,4% dan 2,2%. Apple meningkat 1,4%.

  • S&P 500 melonjak 1,02% (35,11 poin) ke posisi 3.478,73.

  • Nasdaq Composite melesat 1,73% (198,59 poin) ke level 11.665,06.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,3% (83,48 poin) menjadi 28.331,92.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat di tengah optimisme perundingan perdagangan AS-China, menjelang pidato Chairman Federal Reserve. Investor akan mencari secara khusus komentar Chairman The Fed Jerome Powell tentang inflasi dan pengaruhnya terhadap dolar. Kantor Perwakilan Dagang AS mengatakan kedua belah pihak "berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan" guna memastikan keberhasilan kesepakatan perdagangan fase pertama. Sentimen pasar juga terangkat oleh data yang menunjukkan pesanan barang tahan lama AS melonjak 11,2% pada periode Juli.

Indeks STOXX 600 meningkat 0,91% menjadi 373,12, membalikkan penurunan di awal sesi, dan menempatkan hampir semua sektor dan bursa utama berada di wilayah positif. Saham teknologi memimpin kenaikan, melesat 2%. Saham Aveva melambung hampir 10% setelah mengumumkan kesepakatan pembelian OSIsoft, yang didukung SoftBank. Saham Elekta Swedia melambung 11% setelah pabrikan peralatan radiasi tersebut melaporkan lonjakan laba pada kuartal Itahun fiskal. Sebaliknya, perusahaan pembuat perangkat diagnostik dan pendukung kehidupan, Ambu, Denmark terpangkas 13% setelah menurunkan perkiraan pertumbuhan organik.

  • DAX 30 Jerman melaju 0,98% (128,53 poin) ke level 13.190,15.

  • FTSE 100 Inggris bertambah 0,14% (8,59 poin) menjadi 6.045,60.

  • CAC 40 Prancis meningkat 0,80% (40,16 poin) ke posisi 5.048,43.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, namun tetap dalam kisaran yang relatif ketat, menjelang pidato Chairman Federal Reserve Jerome Powell, Kamis ini. Investor akan mencermati apakah akan ada isyarat untuk menggeser target inflasi The Fed menjadi rata-rata. Analis mengatakan, target inflasi rata-rata dari waktu ke waktu ketimbang menetapkan sasaran tetap 2%, kemungkinan akan berarti suku bunga yang lebih rendah untuk waktu yang lebih lama. Investor akan kecewa jika The Fed tidak melakukan perubahan.

Yuan melejit ke level tertinggi tujuh bulan setelah pejabat perdagangan AS dan China menegaskan komitmen mereka terhadap kesepakatan perdagangan Fase 1. Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju, turun 0,05% menjadi 92,95. Di awal sesi, indeks DXY sempat mencapai 93,37 merespon rilis data pesanan barang tahan lama AS periode Juli yang meningkat melebihi perkiraan.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.18370.0007+0.06%7:40 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.32140.0004+0.03%7:41 PM
Yen (USD-JPY)105.88-0.11-0.10%7:41 PM
Yuan (USD-CNY)6.8860-0.0269-0.39%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,677.5028.50+0.19%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 26/8/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak variatif. Prospek permintaan selama pandemi virus korona menekan harga, tetapi tertahan oleh penghentian produksi minyak di Teluk Meksiko menjelang Badai Laura. Data Badan Informasi Energi AS memperlihatkan, sepekan menjelang badai tersebut, ekspor minyak mentah AS melesat ke level tertinggi sejak Februari 2019 menjadi hampir 3,4 juta bph. Persediaan minyak mentah AS turun 4,7 juta barel dalam sepekan hingga 21 Agustus, lebih tinggi dari ekspektasi penyusutan 3,7 juta barel.

Badai Laura diperkirakan menjadi badai Kategori 4 dengan hujan lebat dan kecepatan angin 209 kilometer per jam yang akan mendorong air laut hingga sejauh 48 km ke daratan. Sembilan pengilangan minyak yang mengubah hampir 2,9 juta barel per hari minyak menjadi bahan bakar, dan menyumbang sekitar 15% dari pemrosesan AS, ditutup. Produsen minyak,mengevakuasi 310 fasilitas minyak lepas pantai dan menutup produksi minyak mentah 1,56 juta bnph, 84% dari produksi lepas pantai Teluk Meksiko.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 22 sen menjadi USD45,64 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 4 sen menjadi USD43,39 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melonjak lebih dari 1%, karena dolar tergelincir menjelang pidato Jerome Powell. Investor berspekulasi terhadap kemungkinan stimulus lebih lanjut untuk memitigasi dampak pandemi virus korona. Powell akan berbicara di simposium virtual Jackson Hole, Kamis ini, dan diharapkan akan mengungkapkan lebih banyak wawasan tentang strategi inflasi dan kebijakan moneter The Fed. Risalah The Fed pekan lalu memberikan beberapa petunjuk tentang kemungkinan pergeseran menuju kebijakan moneter yang lebih longgar dalam beberapa bulan mendatang.

Investor akan mencermati perkembangan dalam negosiasi bantuan dampak virus korona Amerika. Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan menyampaikan pandangan di depan panel DPR pekan depan. Harga logam berharga lainnya; perak melesat 3,5% menjadi USD27,34 per ounce, platinum naik 0,3% menjadi USD929,91, dan palladium meningkat 0,9% menjadi USD2.183,43.

  • Harga emas di pasar spot meningkat 1,0% menjadi USD1.948,07 per ounce.

  • Harga emas berjangka melonjak 1,5% menjadi USD1.952,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author