Bursa Sore: IHSG di Teritori Negatif Saat Tutup Perdagangan Tahun 2020

Bursa Sore: IHSG di Teritori Negatif Saat Tutup Perdagangan Tahun 2020

Posted by Written on 30 December 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menuju ke teritori negatif pada perdagangan terakhir tahun 2020, hari Rabu (30/12). IHSG berkurang -0,95 persen (-58 poin) ke posisi 5.979.

Indeks LQ45 -1,13% ke 934.

Indeks IDX30 -1,08% ke 502.

Indeks IDX80 -1,35% ke 134.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,51% ke 630.

Indeks Kompas100 -1,25% ke 1.206.

Indeks Sri Kehati -0,75% ke 369.

Indeks SMInfra18 -1,71% ke 310.

Saham Teraktif: ANTMBBKPFPNIBRISENRGBBNIBULL

Saham Top Gainers LQ45: ICBPSCMAPTPPINTPUNTRINDFBBCA

Saham Top Losers LQ45: GGRMBBRIASIIANTMHMSPKLBFPWON

Nilai transaksi Rp14,51 triliun. Volume perdagangan sebanyak 247,09 juta lot saham. Investor asing net buy Rp75,98 miliar.

Nilai tukar rupiah menanjak 0,57 persen ke level Rp14.050 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia menguat pada perdagangan hari Rabu (30/12). Para pemodal berspekulasi bahwa pemulihan ekonomi akan kuat pada tahun depan. Spekulasi ini didasarkan adanya sinyal penghentian upaya stimulus secara masif yang selama bertujuan untuk mencegah pelemahan ekonomi akibat virus corona.

"Dimulainya kampanye imunisasi covid19 di beberapa negara serta tambahan dukungan fiskal AS mengurangi risiko penurunan ekonomi global dan pertanda baik bagi sentimen pasar keuangan secara umum," kata Tim Riset Commonwealth Bank of Australia seperti dikutip Reuters.

"Investor masih berpegang pada pandangan bullish secara keseluruhan dan beberapa mulai berspekulasi lebih lanjut pada penguatan pasar saham," kata Masanari Takada, Analis pada Nomura Securities seperti dikutip Reuters.

Bursa saham China menanjak naik saat akhir sesi. Indeks Shanghai Composite naik 1,05 persen ke 3.414. Indeks Shenzhen Component menguat 1,656 persen ke 14.201. Sementara itu pasar saham Hong Kong menguat. Indeks Hang Seng bergerak naik 1,6 persen saat akhir perdagangan.

Pemerintah China melalui Badan Statistik Nasional merivisi pertumbuhan GDP tahun 2019 menjadi 6,0 persen dari angka sebelumnya sebesar 6,1 persen.
Indeks Nikkei 225 di bursa saham Jepang melorot 0,45 persen ke 27.444. Indeks Topix juga melemah sebesar 0,8 persen ke 1.804.
Di pasar saham Korsel, Indeks Kospi bergerak menguat sebesar 1,88 persen di level 2.873. Indeks ASX200 di pasar saham Australia terkoreksi turun sebesar 0,27 persen ke level 6.682.
Sedangkan indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) melompat naik 1,23 persen. Hari Rabu pekan ini adalah perdagangan terakhir di pasar saham Jepang dan Korsel. Market di kedua negara tersebut libur pada hari Kamis.
Indeks dolar AS melorot ke posisi 89,774 dari sesi sebelumnya pada posisi 90.
Nilai tukar yen menguat terhadap USD ke posisi 103,30 dari sesi sebelumnya di level 103,8.
Dolar Australia mendaki ke level $0,7657 dari sesi sebelumnya di level $0,756.

Bursa Eropa
Sebagian besar indeks utama di pasar saham Eropa ke zona hijau saat awal perdagangan hari Rabu (30/12) seiring momentum positif berkurang setelah tercapainya kesepakatan perdagangan pasca Brexit antara Uni Eropa dan Inggris pada pekan lalu.
Indeks DAX -0,21% ke posisi 13.761.
Indeks FTSE +1,55% di level 6.602.
Indeks CAC +0,42% ke posisi 5.611.

Minyak
Harga minyak ke zona hijau pada perdagangan hari Rabu (30/12) di pasar komoditas Asia. Lolosnya UU Stimulus Fiskal Covid19 di USA serta penurunan persediaan minyak USA mendongkrak harga.
Minyak WTI naik 29 sen ke harga USD48,29 per barel. Minyak Brent menguat 19 sen ke harga USD51,28 per barel. (pkl 02.55 GMT).

(cnbc/reuters/idx)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

  • sanianadeem887 Avatar

    As part of planning your web development, survey your target audience as to what features they would prefer to see on the new site. This helps you make your website what your target audience really wants. It's also important to get advice from the people in your target audience.

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author