Bursa Siang: Market Regional Melemah, IHSG Tertekan Aksi Jual

Bursa Siang: Market Regional Melemah, IHSG Tertekan Aksi Jual

Posted by Written on 06 January 2021


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terkoreksi turun pada akhir perdagangan sesi 1 hari Rabu (6/1). IHSG berkurang -0,80 persen (-49 poin) ke posisi 6.088.

Indeks LQ45 -1,22% ke 949.

Indeks IDX30 -1,11% ke 509.

Indeks IDX80 -1,09% ke 137.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,38% ke 640.

Indeks Kompas100 -1,04% ke 1.231.

Indeks Sri Kehati -1,22% ke 375.

Indeks SMInfra18 -1,12% ke 311.

Saham Teraktif: ANTMDOIDELSABMRIBCIPDEALBOSS

Saham Top Gainers LQ45: MNCNINCOBBTNPTPPBTPS

Saham Top Losers LQ45: CPINGGRMACESBBNIASIIPGASHMSP

Nilai transaksi Rp9,76 triliun. Volume perdagangan sebanyak 130,65 juta lot saham. Investor asing net sell Rp930,55 miliar.

Nilai tukar rupiah flat ke level Rp13.914 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Sebagian besar market saham Asia melemah pada rehat perdagangan hari Rabu (6/1). Para investor bersiap mengantisipasi prospek Partai Demokrat menang pemilu ulang di Georgia sehingga memberi peluang untuk menjadi pengendali.

Aktivitas perdagangan berubah fokus ke arah perkembangan saham-saham raksasa teknologi asal China serta saham terkait energi di pasar regional. Harga saham tekno papan atas China, Tencent dan Alibaba dipantau para pemodal pada perdagangan hari ini, Rabu.

Hal ini terjadi setelah Presiden USA Donald Trump menerbitkan perintah eksekutif berupa larangan transaksi dengan 8 perusahaa aplikasi software asal China. Di antaranya WeChat Pay serta Ant Group's Alipay. Perintah eksekutif ini baru berlaku setelah Trump resmi meninggalkan Gedung Putih.

Saham Tencent naik 1,8 persen. Alibaba menguat 2,69 persen. JD.com naik 6,38 persen. Meituan naik 4,72 persen. Sementara saham energi menguat setelah Arab Saudi sepakat secara sukarela memangkas produksi pada Februari dan Maret mendatang. Saham Beach Energy naik 1,39 persen. Santos naik 1,58 persen. Inpex naik 5,81 persen. CNOOC menguat 3,4 persen.

Di parlemen, Demokrat tampil sebagai mayoritas tipis. Kemenangan dalam Kongres dapat mengantarkan stimulus fiskal yang lebih besar dan membuka jalan bagi Presiden terpilih Joe Biden mendorong regulasi perusahaan yang lebih besar dengan pajak yang juga naik.

Analis pada Bank OCBC , Vasu Menon menilai mengendalikan parlemen serta eksekutif secara teoritis dapat menyebabkan perubahan besar pada kebijakan.

"Biden mengusulkan kenaikan pajak, upah minimum dan memperkuat pengawasan industri, agendanya tidak terlalu ramah pasar," kata Menon seperti dikutip Reuters.

Pasar saham China melemah saat sesi siang. Indeks Shanghai Composite melemah 0,17 persen. Sedangkan Indeks Shenzhen Component drop 0,746 persen. Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong melemah 0,87 persen.

Survei swasta menunjukkan indeks manufaktur sektor jasa di China periode Desember berada di level 56,3 turun sedikit dibanding periode November sebesar 57,8.
Di bursa saham Korsel, Indeks Kospi tumbang 0,44 persen. Indeks Nikkei 225 (Jepang) melemah 0,57 persen. Indeks Topix naik tipis.
Adapun Indeks ASX200 di pasar saham Australia turun 1,22 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) melorot 0,35 persen.
Indeks dolar AS melemah ke level 89,581 dari posisi sebelumnya pada level 90.
Kurs yen naik ke 102,79 terhadap USD dibanding level sebelumnya di posisi 102,9.
Nilai tukar dolar Australia di posisi $0,7751 atau menguat terhadap USD dari level sebelumnya di $0,768.

Minyak
Harga minyak bergerak naik saat sesi pagi pada perdagangan hari Rabu (6/1) di pasar komoditas Asia. Kenaikan harga ini terjadi setelah Arab Saudi sepakat memangkas produksi lebih tinggi dari perkiraan selama pertemuan dengan sekutunya. Sedangkan data menunjukkan stok minyak USA turun per pekan lalu.
Minyak WTI naik 0,26 persen ke harga USD50,06 per barel. Minyak Brent menguat 0,6 persen ke harga USD53,94 per barel. (pkl 01.47 GMT).

(cnbc/reuters/idx)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author