Bursa Siang: Investor Cermati Kenaikan Yield Surat Utang, IHSG Dan Market Regional Tertekan

Bursa Siang: Investor Cermati Kenaikan Yield Surat Utang, IHSG Dan Market Regional Tertekan

Posted by Written on 19 February 2021


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tertekan pada akhir perdagangan sesi I hari Jumat (19/2). IHSG tergerus -0,40 persen (-25 poin) pada posisi 6.175.

Indeks LQ45 +0,16% ke 942.

Indeks IDX30 +0,20% ke 500.

Indeks IDX80 -0,02% ke 135.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,42% ke 624.

Indeks Kompas100 -0,19% ke 1,211.

Indeks Sri Kehati +0,20% ke 367.

Indeks SMInfra18 -0,58% ke 302.

Saham Teraktif: BANKANTMBNBAAPLNASRIAGROBRIS

Saham Top Gainers LQ45: KLBFCTRASMRAPWONCPINMIKABBRI

Saham Top Losers LQ45: BSDEBMRIAKRAUNTRGGRMUNVRHMSP

Nilai transaksi Rp6,17 triliun. Volume perdagangan sebanyak 91,33 juta lot saham. Investor asing net sell Rp94,11 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah 0,39 persen ke level Rp14.080 terhadap USD (11.30 PM).


Bursa Asia

Tekanan di pasar saham Asia berlanjut sehingga menuju ke zona pelemahan pada perdagangan sesi siang hari Jumat (19/2). Pelemahan ini seiring masih terjadi imbal hasil obligasi di USA jangka panjang yang menguat serta data ekonomi USA yang mengecewakan. Alhasil ini mengurangi kepercayaan investor terhadap pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

"Kenaikan imbal hasil surat utang belakangan ini yang lebih lama tampaknya membebani pikiran para investor pasar saham," ujar Rodrigo Catril, Analis pada National Australia Bank seperti dikutip Reuters.

Yield obligasi di USA ke level tertinggi 1,3 persen. Begitu pula di Jerman pada Kamis pekan ini menorehkan angka tertinggi sejak bulan Juni tahun lalu. Imbal hasil obligasi di Inggris tenor 10 tahun sebesar 0,65 persen.

Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 tertekan sebesar 1,11 persen. Pelemahan ini juga diikuti Indeks Topix yang terkoreksi sebesar 0,93 persen. Data inflasi inti Jepang tercatat turun 0,6 persen di periode Januari (YoY).

Pelemahan juga terjadi di pasar saham China. Indeks Shanghai Composite melemah 0,32 persen. Indeks Shenzhen Component melorot 0,855 persen. Juga terjadi terhadap Indeks Hang Seng (Hong Kong) yang melorot 0,85 persen.
Indeks Kospi (Korsel) turun 0,43 persen. Indeks acuan regional, MSCI Asia Pacific Index (tidak termasuk pasar saham Jepang) melemah 0,64 persen.
Begitu pula dengan Indeks S&P/ASX200 di pasar saham Australia, turun 1,37 persen. Penjualan ritel Australia periode Januari naik 0,6 persen (MoM). Angka tersebut lebih karena diperkirakan akan turun 2 persen.
Indeks dolar AS tertekan ke level 90,636 dari posisi sebelumnya pada level 90,9.
Kurs yen menguat ke 105,67 terhadap USD dibanding level sebelumnya di posisi 106.
Nilai tukar dolar Australia melaju naik ke posisi $0,7763 terhadap USD dari level sebelumnya di $0,774.

Minyak
Harga minyak tergelincir saat sesi pagi pada perdagangan hari Jumat (19/2) di pasar komoditas Asia di tengah ketakutan bahwa penghentian kilang akibat cuaca dingin di USA Selatan butuh waktu lama untuk kembali beroperasi serta mengurangi demand minyak mentah.
Minyak WTI melemah USD1,21 ke harga US59,31 per barel. Minyak Brent drop USD1,07 ke harga USD62,86 per barel. (pkl 01.57 GMT).

(cnbc/reuters/idx/bloomberg)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

  • karlax123tk Avatar

    I am continually amazed by the amount of information available on this subject. What you presented was well researched and well worded in order to get your stand on this across to all your readers. 메이저사이트

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author