Bursa Sore: Overvaluasi Hambat Market Regional, IHSG Bertahan di Zona Merah

Bursa Sore: Overvaluasi Hambat Market Regional, IHSG Bertahan di Zona Merah

Posted by Written on 24 February 2021


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melorot ke teritori negatif pada akhir perdagangan hari Rabu (24/2). IHSG tergelincir turun -0,35 persen (-22 poin) pada posisi 6.251.
Indeks LQ45 -0,89% ke 950.
Indeks IDX30 -0,76% ke 506.
Indeks IDX80 -0,75% ke 136.
Jakarta Islamic Indes (JII) -1,30% ke 629.
Indeks Kompas100 -0,82% ke 1,220.
Indeks Sri Kehati -0,77% ke 370.
Indeks SMInfra18 -1,27% ke 306.
Saham Teraktif: AGROBANKANTMBBRIASIIBJTMBRIS

Saham Top Gainers LQ45: BBTNPWONBBNIICBPMNCNCTRAINDF

Saham Top Losers LQ45: JPFABSDEPTPPACESANTMHMSPITMG

Nilai transaksi Rp16,98 triliun. Volume perdagangan sebanyak 305,65 juta lot saham. Investor asing net buy Rp302,20 miliar.
Nilai tukar rupiah melaju tipis 0,05 persen ke level Rp14.085 terhadap USD (03.30 PM).

Bursa Asia
Pasar saham Asia turun tajam ke zona merah pada perdagangan hari Rabu (24/2). Pelemahan saham-saham tekno di pasar China dan Hong Kong menekan market Asia. Hal ini terjadi seiring kenaikan yield US Treasury belakangan ini menempatkan saham-saham yang sudah mahal dalam tekanan sekalipun pasar obligasi stabil.
Chairman the Fed Jerome Powell dinilai pelaku pasar tidak terlalu terganggu aksi jual US Treasury yang telah mendorong yield tenor 10 tahun naik 40 basis poin tahun ini. Tetapi Powell memperingatkan bahwa ekonomi USA masih jauh dari target lapangan kerja dan inflasi. Dia juga menambahkan suku bunga akan tetap rendah dan pembelian obligasi akan berlanjut sampai ada kemajuan substansial.
Yiels US Treasury tenor 10 tahun di pasar Asia turun 2 basis poin ke level 1,340 persen setelah pidato Chairman the Fed pada perdagangan sesi sore.
"Powell telah berbuat banyak untuk meredam kenaikan yield obligasi tetapi dia tidak menggagalkannya," ujar Vishnu Varathan, Analis Mizuho Bank di Singapura seperti dikutip Reuters.
Saham teknologi khususnya yang sensitif terhadap kenaikan yield sebab valuasinya sangat bergantung pada pendapatan ke depan, tercatat melemah tajam saat yield melonjak.
"Dalam beberapa hari ke depan, pergerakan Indeks Nasdaq 100 akan sangat penting terutama sektor saham-saham teknologi papan atas China," kata Kevin Wong, Analis CMC Market.
Bursa saham Jepang pasca libur ke zona merah. Indeks Nikkei 225 turun 1,61 persen ke 29.671 saat akhir sesi. Sedangkan Indeks Topix drop 1,82 persen ke 1.903. Sementara Indeks Kospi (Korsel) juga zona negatif, turun 2,45 persen ke 2.994. Indeks Kosdaq tumbang 3,23 persen ke 906.

Pasar saham China tertekan saat finis perdagangan. Indeks Shanghai Composite melemah 1,99 persen ke 3.564. Sedangkan Indeks Shenzhen Component melemah 2,44 persen ke 14.870. Pelemahan juga terjadi pada Indeks Hang Seng (Hong Kong), drop sebesar 2,99 persen ke 29.716.

Sedangkan Indeks S&P/ASX200 di pasar saham Australia terkoreksi sebesar 0,90 persen ke 6.777 seiring pelemahan sebagian besar sektor saham. Sektor finansial turun 0,4 persen. Saham finansial di antaranya ANZ turun 0,86 persen. Commonwealth Bank turun 0,71 persen. Westpac drop 0,58 persen. National Australia Bank naik 0,68 persen.

Indeks dolar AS menguat ke level 90,106 dari posisi sebelumnya pada level 89,982.

Kurs yen ke posisi ke 105,50 terhadap USD.

Nilai tukar dolar Australia melemah naik ke posisi $0,7916 terhadap USD dari level sebelumnya di $0,7944.

Bursa Eropa

Market saham Eropa bergerak variatif saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (24/2) pagi waktu setempat. Pelaku pasar mencermati pidato Chairman the Fed karena dia berupaya mengendurkan ketakutan tentang kenaikan suku bunga dan inflasi.

Indeks DAX (Jerman) +0,28% pada posisi 13.903.

Indeks FTSE 100 (Inggris) -0,37% di level 6.601.

Indeks CAC 40 (Perancis) +0,12% ke posisi 5.788.


Minyak

Harga minyak melemah saat sesi sore pada perdagangan hari Rabu (24/2) di pasar komoditas Asia. Data yang dirilis pemerintah USA menunjukkan persediaan minyak negara tersebut secara tak terduga meningkat per pekan lalu. Cuaca dingin ekstrim di Selatan USA menahan demand minyak dari kilang yang terpaksa tutup.

Minyak WTI down 29 sen ke harga US61,38 per barel. Minyak Brent turun 6 sen ke harga USD65,31 per barel. (pkl 07.48 GMT).

(cnbc/reuters/idx/bloomberg)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author