Bursa Sore: The Fed Belum Tapering Tenangkan Market Regional, IHSG Bertahan Hijau

Bursa Sore: The Fed Belum Tapering Tenangkan Market Regional, IHSG Bertahan Hijau

Posted by Written on 25 February 2021


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bertahan di zona penguatan pada akhir perdagangan hari Kamis (25/2). IHSG melaju +0,62 persen (+38 poin) ke posisi 6.289.

Market regional tenang setelah the Fed menjamin tidak akan terjadi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Kalangan analis memperkirakan the Fed baru akan mengurangi pembelian aset (tapering) setelah semester kedua. IHSG mengekor penguatan pasar regional.

Indeks LQ45 +0,19% ke 952.

Indeks IDX30 +0,18% ke 507.

Indeks IDX80 +0,31% ke 137.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,76% ke 634.

Indeks Kompas100 +0,34% ke 1,224.

Indeks Sri Kehati -0,16% ke 370.

Indeks SMInfra18 +1,13% ke 310.

Saham Teraktif: : BANKAGROBRISANTMBBKPASIIBGTG

Saham Top Gainers LQ45: JPFAUNTRTOWRAKRAMNCNEXCLPWON

Saham Top Losers LQ45: GGRMINTPITMGBBCAKLBFERAAICBP

Nilai transaksi Rp15,59 triliun. Volume perdagangan sebanyak 307,23 juta lot saham. Investor asing net buy Rp61,29 miliar.

Nilai tukar rupiah naik tipis 0,02 persen ke level Rp14.082 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia menguat pada perdagangan hari Kamis (25/2). Hal ini terjadi setelah Chairman the Fed Jerome Powell menenangkan kegelisahan pasar terkait lonjakan yield surat utang USA. Powell meyakinkan pasar bahwa suku bunga tidak akan naik dalam waktu dekat karena inflasi belum mengkhawatirkan.

Indeks teknologi di bursa Korsel dan Taiwan menguat masing-masing 2,5 persen dan 1 persen. Saham-saham dalam indeks tersebut dilanda tekanan jual karena dinilai over valuasi di tengah lonjakan yield obligasi.

Tim Riset ING memperkirakan tekanan nyata di USA baru akan terjadi pada kuartal ketiga yang mana the Fed membenarkan apa yang akan dilakukannya. "Kami pikir the Fed baru akan mengurangi pembelian aset (tapering) pada kuartal keempat dengan beberapa pergeseran komunikasi yang mungkin muncul di kuartal kedua atau awal kuartal ketiga," ujar Tim tersebut seperti dikutip Reuters.

"Powel mengatakan akan membutuhkan waktu tiga tahun untuk mencapai target inflasi yang pada dasarnya menegaskan kembali bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga pada 2023," kata Norihiro Fujito, Analis Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities seperti dikutip Reuters.

Menurut dia, likuiditas investor akan mengalir lagi ke pasar saham dan itu lebih dari sekadar mengimbangi aspek negatif apapun dari kenaikan yield di pasar surat utang.

Penguatan terjadi di pasar saham Korsel. Indeks Kospi naik terkuat se-regional setelah menguat 3,5 persen ke 3.099. Begitu pula dengan Indeks Hang Seng (Hong Kong) melaju 1,28 persen ke 30.098 saat akhir sesi.

Hal yang sama juga terjadi di pasar saham Jepang. Indeks Nikkei 225 menguat 1,67 persen ke 30.168 dengan didukung saham papan atas SoftBank Group naik 3,84 persen. Indeks Topix naik 1,22 persen ke posisi 1.926.
Pasar saham China bergerak mixed. Indeks Shanghai Composite naik 0,59 persen ke 3.585. Indeks Shenzhen Component melemah sebesar 0,282 persen ke 14.828.
Indeks S&P/ASX 200 naik 0,83 persen ke 6.834. Sedangkan Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) naik 1,54 persen.
Indeks dolar AS drop ke level 90,021 dari posisi sebelumnya pada level 90,8.
Kurs yen drop ke posisi ke 106,05 terhadap USD dari level sebelumnya di 105,6.
Nilai tukar dolar Australia melaju naik ke posisi $0,7974 terhadap USD dari level sebelumnya di $0,784.

Bursa Eropa
Pasar saham Eropa menuju ke penguatan saat menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (25/2) pagi waktu setempat, mengekor penguatan pasar saham global setelah Chairman The Fed Jerome Powell kembali menjamin prospek inflasi.
Indeks DAX (Jerman) +0,50% di level 14.048.
Indeks FTSE 100 (Inggris) +0,37% ke posisi 6.691.
Indeks CAC 40 (Perancis) +0,46% pada level 5.824.

Minyak
Harga minyak menanjak naik saat sesi sore pada perdagangan hari Kamis (25/2) di pasar komoditas Asia, di dukung jaminan bahwa suku bunga di USA akan tetap rendah. Juga karena penurunan signifikan produksi minyak USA per pekan lalu akibat badai di Texas.
Minyak WTI naik 32 sen ke harga US63,54 per barel. Minyak Brent naik 37 sen ke harga USD67,41 per barel. (pkl 07.18 GMT).

(cnbc/reuters/idx/bloomberg)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author