Bursa Sore: Spekulasi Hawkish Tekan Market Regional, IHSG Juga Menyerah

Bursa Sore: Spekulasi Hawkish Tekan Market Regional, IHSG Juga Menyerah

Posted by Written on 04 March 2021


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berkutat di zona pelemahan sampai akhir perdagangan hari Kamis (4/3). IHSG melemah -1,35 persen (-86 poin) ke posisi 6.290 setelah minus sepanjang sesi.

Indeks LQ45 -2,04% ke 948.

Indeks IDX30 -2,03% ke 506.

Indeks IDX80 -1,83% ke 136.

Jakarta Islamic Indes (JII) -2,15% ke 618.

Indeks Kompas100 -1,94% ke 1,215.

Indeks Sri Kehati -2,28% ke 369.

Indeks SMInfra18 -1,67% ke 308.

Saham Teraktif: ANTMBBKPBRISAGROBBCABANKAMAR

Saham Top Gainers LQ45: HMSPADROSMRAACESBBTNKLBF

Saham Top Losers LQ45: ITMGGGRMERAABBNITPIABMRICTRA

Nilai transaksi Rp14,05 triliun. Volume perdagangan sebanyak 275,40 juta lot saham. Investor asing net sell Rp17,74 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah sebesar 0,15 persen ke level Rp14.266 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Kekhawatiran lonjakan yield obligasi USA yang muncul lagi menghantam pasar saham global pada perdagangan hari Kamis (4/3), termasuk market Asia. Para investor menunggu reaksi Chairman the Fed Jerome Powell yang akan membahas kekhawatiran tentang risiko kenaikan cepat bunga kredit jangka panjang.

Inflasi USA diperkirakan naik ke level tertinggi sejak 2008. Kenaikan inflasi dan bunga kredit jangka panjang memicu kekhawatiran bahwa pasar saham kemungkinan goyah setelah reli berkepanjangan.

"Tidak jelas bagaimana the Fed ingin menangani yield obligasi," kata Hirokazu Kabeya, Analis di Daiwa Securities seperti dikutip Reuters. Menurut Kabeya, kenaikan yield jauh lebih cepat dari perkiraan kebanyakan pelaku pasar. "Ada spekulasi bahwa otoritas mungkin mulai berpikir tentang pengetatan kebijakan," tambahnya.

Yield US Treasury tenor 10 tahun naik ke 1,4516 persen setelah pekan lalu ke level tertinggi 1,6 persen. Hal ini memicu valuasi harga saham dan berpotensi mendorong inflasi.

Imbal hasil obligasi Asia juga terkerek naik. Yield obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun naik ke 1,786 persen. Obligasi pemerintah Jepang naik 0,137 persen.

Bursa saham Jepang takluk di akhir sesi. Indeks Nikkei 225 drop 2,13 persen 28.930. Sementara Indeks Topix turun 1,04 persen ke 1.884. Indeks Kospi (Korsel) juga melemah, sebesar 1,28 persen ke 3.043.

Di pasar saham Hong Kong, Indeks Hang Seng tumbang 1,90 persen ke 29.314. Begitu pula dengan market saham China. Indeks Shanghai Composite melemah 2,05 persen ke 3.503. Indeks Shenzhen Component melorot 3,46 persen ke 14.416.
Sementara Indeks S&P/ASX200 di Australia juga tertahan, melemah 0,84 persen ke 6.760. Data penjualan ritel Australia periode Januari naik 0,5 persen (M-o-M). Angka tersebut sedikit lebih rendah dibanding perkiraan naik sebesar 0,6 persen. Australia juga mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD7,88 miliar, lebih tinggi dari perkiraan.
Sedangkan Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) drop 1,9 persen.
Indeks dolar AS menguat ke level 91,049 dari posisi sebelumnya pada level 90,972.
Kurs yen drop ke posisi ke 107,18 terhadap USD dari level sebelumnya di 106,8.
Nilai tukar dolar Australia melemah ke posisi $0,7801 terhadap USD dari level sebelumnya di $0,792.

Bursa Eropa
Market saham Eropa susut saat menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (4/3) pagi waktu setempat seiring lonjakan yield di pasar obligasi menunjukkan kegelisahan kembali melanda pasar saham global.
Indeks DAX (Jerman) -0,45 14.016.
Indeks FTSE 100 (Inggris) -0,53% ke posisi 6.640.
Indeks CAC 40 (Perancis) -0,40% di level 5.806.

Minyak
Harga minyak menguat saat sesi sore pada perdagangan hari Kamis (4/3) di pasar komoditas Asia seiring OPEC kemungkinan memutuskan tidak meningkatkan produksi pada agenda meeting ke depan. Selain itu penurunan persediaan minyak USA juga menjadi sentimen pendukung.
Minyak WTI naik 43 sen ke harga US61,71 per barel. Minyak Brent melaju 52 sen ke harga USD64,59 per barel. (pkl 07.09 GMT).

(cnbc/reuters/idx/bloomberg)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author