Bursa Siang: Yield Obligasi Naik Guncang Market Regional Lagi, IHSG ke Zona Merah

Bursa Siang: Yield Obligasi Naik Guncang Market Regional Lagi, IHSG ke Zona Merah

Posted by Written on 05 March 2021


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mengarah ke zona pelemahan pada akhir perdagangan sesi I hari Jumat (5/3). IHSG melemah -0,21 persen (-14 poin) ke posisi 6.277.

Indeks LQ45 -0,55% ke 943.

Indeks IDX30 -0,54% ke 503.

Indeks IDX80 -0,80% ke 135.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,21% ke 610.

Indeks Kompas100 -0,44% ke 1,210.

Indeks Sri Kehati -0,06% ke 369.

Indeks SMInfra18 -1,74% ke 303.

Saham Teraktif: ANTMDADA-W, BKSWASSAAGROBACAAMAR

Saham Top Gainers LQ45: JPFABBCACPINBBTNAKRAMEDC

Saham Top Losers LQ45: BBRIKLBFHMSPUNVRWIKAITMGGGRM

Nilai transaksi Rp11,26 triliun. Volume perdagangan sebanyak 187,80 juta lot saham. Investor asing net sell Rp834,22 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah sebesar 0,39 persen ke level Rp14.321 terhadap USD (11.30 AM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia tergelincir ke teritori negatif pada perdagangan sesi siang hari Jumat (5/3). Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi USA kembali mengguncang investor pasar saham. Di sisi lain mendongkrak penguatan USD yang pada gilirannya menyeret yen Jepang.

Market saham Wall Street jeblok pada trading hari Kamis setelah Chairman the Fed Jerome Powell mengecewakan investor dengan tidak menunjukkan bahwa Fed mungkin meningkatkan pembelian obligasi jangka panjang untuk menahan suku bunga jangka panjang.

Meskipun Powell memperjelas bahwa the Fed tidak akan mengubah sikap kebijakan moneter longgar dalam jangka pendek, namun beberapa analis masih cemas kenaikan yield obligasi USA menjadi tanda bunga kredit naik sehingga membatasi pemulihan ekonomi USA yang rapuh.

"Pelaku pasar mencari Powell untuk menekan lebih keras kenaikan yield obligasi baru-baru ini," kata Ray Atrill, Analis di National Australia Bank seperti dikutip Reuters. Menurut dia, volatilitas yang terlihat pada suku bunga disertai kenaikan suku bunga jangka panjang dan yield obligasi negara memicu pasar bergolak lagi hari ini.

Yield obligasi pemerintah USA tenor 10 tahun naik di atas level 1,5 persen ke posisi 1,5727 persen. Tetapi level tersebut masih di bawah posisi tertinggi 1,614 persen yang ditorehkan pada pekan lalu.

Pasar saham China menyerah ke area pelemahan. Indeks Shanghai Composite turun 0,34 persen. Indeks Shenzhen Component melemah 0,115 persen. PM China Li Keqiang mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2021 ditargetkan sebesar 6 persen.

Koreksi turun juga terjadi di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 tumbang 0,61 persen. Sementara Indeks Topix turun tipis. Indeks Kospi (Korsel) juga melemah sebesar 0,49 persen.
Indeks S&P/ASX200 di pasar saham Australia pun melemah ke jalur merah. Indeks acuan tersebut turun 0,8 persen. Sedangkan Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) drop 0,56 persen.
Indeks dolar AS menguat ke level 91,65 dari posisi sebelumnya pada level 91,2.
Kurs yen drop ke posisi ke 108,02 terhadap USD dari level sebelumnya di 107,4.
Nilai tukar dolar Australia melemah ke posisi $0,7709 terhadap USD dari level sebelumnya di $0,783.

Minyak
Harga minyak meningkat naik saat sesi pagi pada perdagangan hari Jumat (5/3) di pasar komoditas Asia setelah OPEC dan aliansinya sepakat tidak meningkatkan pasokan di bulan April karena mereka menunggu pemulihan demand yang lebih substansial di tengah situasi pandemi virus corona.
Minyak WTI naik 56 sen ke harga US64,39 per barel. Minyak Brent melaju 60 sen ke harga USD67,34 per barel. (pkl 03.37 GMT).

(cnbc/reuters/idx/bloomberg)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author