Bursa Siang: Ekspektasi Penyusutan Stimulus Hambat Market Regional, IHSG Tergelincir

Bursa Siang: Ekspektasi Penyusutan Stimulus Hambat Market Regional, IHSG Tergelincir

Posted by Written on 04 June 2021


Ipotnews IHSG merapat ke zona pelemahan pada akhir sesi I perdagangan hari Jumat (4/6). Indeks saham domestik berkurang 0,54 persen (-34 poin) ke level 6.058. Sebagian besar indeks saham unggulan dalam IHSG tergelincir ke zona merah.

Indeks LQ45 -1,27% ke 907.

Indeks IDX30 -1,40% ke 484.

Indeks IDX80 -1,32% ke 129.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,39% ke 575.

Indeks Kompas100 -1,00% ke 1.136.

Indeks Sri Kehati -1,19% ke 348.

Indeks SMInfra18 -1,19% ke 308. 

Saham Paling Aktif: BRISBEBSBBKPAGROBBCABGTGBEKS

Saham Top Gainers LQ45: TBIGTPIAHMSPJPFAPTPPPGASBBTN

Saham Top Losers LQ45: WIKAMIKAMNCNITMGBBRIGGRMPWON

Nilai transaksi Rp6,38 triliun. Volume perdagangan sebanyak 115,29 juta lot saham. Investor asing net buy Rp254,48 miliar.

Nilai tukar rupiah melorot 0,19 persen ke level Rp14.311 terhadap USD (11.30 AM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia bergerak stabil pada perdagangan sesi siang hari Jumat (4/6) mengabaikan kelesuan Wall Street. Bursa Wall Street merosot di tengah data ekonomi USA yang kuat memicu kekhawatiran tentang penyusutan stimulus bank sentral.

Market saham Jepang menanggalkan pelemahan dan bursa China serta Hong Kong berubah arah menguat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 futures stagnan setelah Wall Street tergelincir tadi malam di tengah sinyal Presiden Joe Biden mungkin bersedia berkompromi terkait pajak korporasi. Kuatnya data lapangan kerja USA serta sektor jasa yang tumbuh menggaribawahi pemulihan dari pandemi.

Market saham global bergerak dalam rentang ketat karena para trader mencermati pemulihan ekonomi serta risiko kenaikan inflasi. Rilis data lapangan kerja USA pada Jumat pekan ini bisa menjadi sumber volatilitas jika data yang muncul memberikan kejutan. Presiden The Fed St Louis, James Bullard menilai pasar tenaga kerja mungkin lebih ketat dibanding angka pengangguran yang ditunjukkan saat ini.

Analis dari E-Trade Financial Mike Loewengart mengatakan ekonomi menunjukkan tanda-tanda yang sangat nyata. "Jadi apa artinya. Kemungkinan lebih banyak tekanan pada the Fed untuk bergerak, mungkin lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang sejak awal," katanya.

Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong menguat 0,14 persen. Begitu pula dengan Indeks Shanghai Composite dan Shenzhen Component menguat masing-masing 0,14 persen dan 0,76 persen.

Tekanan terjadi terhadap Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang. Nikkei 225 turun 0,43 persen dan Indeks Topix merosot tipis. Adapun Indeks Kospi di Korsel turun 0,14 persen.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) merosot 0,14 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 merayap naik 0,37 persen.
Indeks dolar AS naik tipis ke 90,549 dari level sebelumnya di posisi 90,3.
Kurs yen turun tipis ke posisi ke 110,22 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 110.
Nilai tukar dolar Australia bergerak melemah naik ke posisi $0,766 dari sebelumnya di $0,772.

Minyak
Harga minyak merosot pada perdagangan sesi pagi hari Jumat (4/6) di pasar komoditas Asia setelah mencetak reli ke harga tertinggi sejak Oktober 2018. Namun demikian posisi harga masih mencatat kenaikan mingguan keduanya secara beruntun menyusul prospek demand yang bullish.
Minyak WTI turun 0,1 persen per barel ke harga USD68,73 per barel. Minyak Brent melemah 0,2 persen ke harga USD71,20 per barel. (pkl 12.03 PM wkt Singapura)

(cnbc/idx/reuters/bloomberg)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author