Bursa Pagi: Mayoritas Bursa Asia Menghijau, IHSG Terkonsolidasi Namun Peluang Rebound Tetap Terbuka

Bursa Pagi: Mayoritas Bursa Asia Menghijau, IHSG Terkonsolidasi Namun Peluang Rebound Tetap Terbuka

Posted by Written on 07 June 2021


Ipotnews - Bursa ekuitas Asia Pasifik mengawali pekan ini, Senin (7/6), dengan pembukaan di teritori hijau saat pasar menantikan data perdagangan China untuk bulan Mei yang akan dirilis siang hari ini (WIB). Arah positif didukung oleh penutupan Wall Street yang positif dan indeks saham Eropa ke level rekor akhir pekan lalu, merespons data payroll AS yang di bawah perkiraan sehingga mengendurkan kekhawatiran pengetatan moneter di AS dalam waktu dekat.
Indeks Nikkei 225 naik 0,68% di awal perdagangan sementara indeks Topix naik tipis 0,21%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,46% dan indeks S&P/ASX 200 Australia menanjak 0,17%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,26% lebih tinggi.
Indeks Hang Seng, Hong Kong, tertekan 0,51 persen dan indeks Shanghai Composite nyaris flat dengan kenaikan 0,07 persen.
Pasar di Malaysia dan Selandia Baru hari ini tutup karena libur nasional.
Untuk Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini, menurut sejumlah analis akan terkonsolidasi dan berpotensi terkoreksi minor, setelah di akhir pekan lalu ditutup melemah sebesar 0,43 persen ke level 6.065 namun secara mingguan mencatat kenaikan signifikan 3,7 persen dipacu lonjakan pada 3 sesi beruntun sebelumnya.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange susut 0,22% menjadi USD22,51.
Adapun Tim Riset Indo Premier memproyeksikan IHSG akan bergerak menguat dengan dukungan positif bursa global, kasus positif Covid-19 domestik yang stabil, dan menguatnya harga sebagian besar komoditas. Dengan rekomendasi saham sebagai berikut:
1. BBKP (Buy). Support: Rp458, Resist: Rp490
2. ADRO (Buy on Weakness). Support: Rp1,210, Resist: Rp1,250
3. BBTN (Buy on Weakness). Support: Rp1,625, Resist: Rp1,675
4. PTBA (Buy on Weakness). Support: Rp2,250, Resist: Rp2,330

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, didukung rilis data lapangan kerja AS periode Mei yang lebih rendah dari ekspektasi. Ekonomi AS menambahkan 559.000 pekerjaan pada Mei, lebih rendah dari ekspektasi 671.000, namun masih menunjukkan  kenaikan yang solid dari 278.000 pada April lalu.
Tingkat pengangguran turun menjadi 5,8% dari 6,1%, lebih baik dari 5,9%. Banyak yang percaya, bahwa meskipun solid, data pekerjaan itu tidak cukup kuat untuk memicu Federal Reserve untuk mengurangi program pembelian obligasinya.
Imbal hasil obligasi AS bertenor panjang bergerak melemah.Saham sektor teknologi menjadi motor kanaikan, melonjak 1,8%. Di sisi lain, sektor keuangan yang sensitif terhadap suku bunga turun 0,4 persen. Sektor energi, material dan real estat juga merosot. Saham AMC Entertainment anjlok 6,7%, tetapi sudah naik lebih dari 80% minggu ini. BlackBerry rontok turun 12,7%, memangkas reli minggu ini menjadi 37%. Secara mingguan indeks Dow Jones dan S&P 500 naik sekitar 0,7% dan 0,6%, dan Nasdaq bertambah 0,5%
S&P 500 meningkat 0,88% (37,04 poin) ke posisi 4.229,89.
Dow Jones Industrial Average naik 0,52% (179,35 poin) menjadi 34.756,39.
Nasdaq Composite melonjak 1,47% (199,98 poin) ke level 13.814,49.
Bursa saham utama Eropa menutup pekan lalu juga di zona hijau,bahkan dengan catatan rekor indeks berbasis luas pan-European Stoxx 600, di tengah rilis data  payrolls  AS yang mengendurkan peluang penerapan kebijakan moneter ketat yang lebih cepat dalam rapat kebijakan The Fed dan Bank Sentral Eropa, pekan ini.
Pelaku pasar secara luas memperkirakan the Fed dan ECB akan membiarkan kebijakan tidak berubah. Optimisme terhadap pemulihan ekonomi zona Eropa mendukung penguatan sebagian besar sektor. Indeks STOXX 600 naik 0,39% ke level 452,57, meningkat 0,8% dibanding akhir pekan sebelumnya, dipimpin kenaikan harga saham sektor teknologi sebesar 1,2%
Saham produsen chip Austria, AMS, melesat 4,4% setelah mengumumkan penjualan unit bisnisnya di Amerika Utara. Secara mingguan sektor otomotif di bursa Eropa membukukan kinerja terbaik, dengan melejit 5% karena penjualan dan data produksi yang positif. IAG pemegang saham British Airways, Wizz Air dan EasyJet melemah antara 0,9% dan 3,3% setelah Inggris menghapus Portugal dari daftar destinasi hijau, dan menambah 7 negara ke daftar destinasi merah. Saham Ryanair tergelincir 0,8%, raksasa media Prancis Vivendi, turun 0,3%.
DAX 30 Jerman naik 0,39% (60,23 poin) ke level 15.692,90.
FTSE 100 London naik tipis 0,07% (4,69 poin) di posisi 7.069,04.
CAC 40 Prancis menguat 0,12% (7,74 poin) menjadi 6.515,66.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu melorot,setelah data penggajian ( payrolls ) non pertanian AS menunjukkan perekrutan meningkat pada Mei, tetapi tidak sebanyak yang diekspektasikan. Data penggajian non pertanian tetap 5,0% atau 7,6 juta pekerjaan, di bawah tingkat sebelum krisis. Ini berarti tidak ada urgensi bagi The Fed untuk mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan sebesar 120 miliar dolar AS.
Data penggajian non pertanian AS meningkat 559.000 pekerjaan pada Mei lalu. di bawah perkiraan konsensus penambahan 50.000 pekerjaan. Yuan China melemah ketika Presiden AS Joe Biden menandatangani perintah eksekutif yang melarang entitas AS berinvestasi di perusahaan China yang diduga terkait dengan sektor teknologi pertahanan atau pengawasan. Indeks dolar yang mengukur kurs   greenback  terhadap enam mata uang enam negara maju turun 0,42% menjadi 90,136.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.21670.004+0.33%
Poundsterling (GBP-USD)1.41570.0051+0.36%
Yen (USD-JPY)109.52-0.77-0.70%
Yuan (USD-CNY)6.3952-0.0086-0.13%
Rupiah (USD-IDR)14,295.0010.00+0.07%

Sumber : Bloomberg.com, 4/6 /2021 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges mengakhiri pekan lalu denganmemperpanjang tren kenaikan. Harga melampaui USD72 per barel untuk pertama kalinya sejak 2019, karena disiplin pasokan OPEC +, dan pemulihan permintaan melawan kekhawatiran tentang peluncuran vaksinasi COVID-19 yang tidak merata di seluruh dunia. OPEC + menyatakan akan tetap berpegang pada pembatasan pasokan yang disepakati.
Sepekan sebelumnya, laporan persediaan minyak mentah AS menunjukkan penurun yang melebihi ekspektasi. Secara mingguan harga minyak Brent naik lebih dari 3,2% dan minyak mentah AS melesat 5%, penguatan minggu kedua untuk keduanya. Katalis lain yang meningkatkan harga minyak minggu ini adalah perlambatan negosiasi antara AS dan Iran mengenai program nuklir Teheran.
Harga minyak mentah berjangka Brent naik 0,8% menjadi USD71,89 per barel.
Harga minyak mentah berjangka WTI naik 1,18% menjadi USD69,62 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menutup pekan lalu dengan menguat, setelah rilis data  nonfarm payrolls  AS yang menguat tetapi tidak sesuai ekspektasi. Indeks dolar dan imbal hasil Treasury 10-tahun juga bergerak lebih rendah. Meskipun demikian emas batangan masih tercatat turun ke posisi terendah secara mingguan jika dihitung sejak Maret tahun ini.
Nonfarm payrolls AS meningkat 559.000 bulan lalu dibandingkan ekspektasi 650.000 dalam jajak pendapat Reuters. Sementara pesanan baru untuk barang-barang buatan AS turun lebih dari yang diharapkan pada April.
Harga logam berharga lainnya seperti perak naik 1% menjadi USD27,73 per ounce, palladium turun 0,1% menjadi USD2.837,54 dan platinum naik 0,5% menjadi USD1.162,83.
Harga emas di pasar spot naik 1% menjadi USD1.889,27 per ounce.
Harga emas berjangka AS naik 1% menjadi USD1.892 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author