Bursa Siang: Terkait Potensi Naik Inflasi Market Regional Variatif, IHSG Landai

Bursa Siang: Terkait Potensi Naik Inflasi Market Regional Variatif, IHSG Landai

Posted by Written on 07 June 2021


Ipotnews IHSG meniti zona hijau saat akhir sesi I pada perdagangan hari Senin (7/6). IHSG menguat tipis 1 poin ke level 6.066 setelah sempat berfluktuatif di sepanjang sesi I.

Indeks LQ45 -0,68% ke 903.

Indeks IDX30 -0,65% ke 484.

Indeks IDX80 -0,47% ke 129.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,11% ke 575.

Indeks Kompas100 -0,56% ke 1.131.

Indeks Sri Kehati -0,82% ke 346.

Indeks SMInfra18 -0,32% ke 309.

Saham Paling Aktif: BABPBCAPBHITBEBSBRISBBRIBMTR

Saham Top Gainers LQ45: MDKAMNCNMIKATBIGEXCLAKRAUNVR

Saham Top Losers LQ45: CPINPWONPGASBSDESMGRTKIMICBP

Nilai transaksi Rp6,60 triliun. Volume perdagangan sebanyak 143,72 juta lot saham. Investor asing net buy Rp472,63 miliar.


Bursa Asia

Pasar saham Asia bergerak stabil pada perdagangan sesi siang hari Senin (7/6). Para trader mempertimbangkan risiko inflasi dan pernyataan Menteri Keuangan USA Janet Yallen terkait kenaikan suku bunga.

Market saham Jepang naik tipis dan Hang Seng tertekan. Menkeu USA Janet Yellen mengatakan Presiden Joe Biden akan mendorong rencana belanja pengeluaran sekalipun jika itu memicu inflasi berlanjut hingga tahun depan. Dia menambahakn kenaikan suku bunga akan menjadi nilai tambah.

Investor terus memantau apakan tekanan inflasi akan memicu bank sentral melonggarkan stimulus lebih awal dari perkiraan.
Analis AMP Capital Shane Oliver menilai kenaikan tipis data payrolls USA di bulan Mei kemungkinan tidak akan mengubah kebijakan the Fed. "Tetapi kenaikan inflasi lagi yang akan dirilis pada Kamis akan lebih memacu wacana tapering," ujarnya.
Di bursa China, Indeks Shanghai Composite turun 0,21 persen dan Indeks Shenzhen Component turun 0,673 persen. Indeks Hang Seng (Hong Kong) turun 0,77 persen. Ekspor China dalam mata uang dolar naik 27,9 persen di periode Mei (Yoy). Angka tersebut di bawah perkiraan para analis naik sebesar 32,1 persen.
Market saham Jepang berhasil menguat. Indeks Nikkei 225 naik 0,45 persen dan Indeks Topix naik 0,19 persen. Indeks Kospi naik 0,3 persen.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) merosot 0,18 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 melorot 0,11 persen.
Indeks dolar AS turun tipis ke 90,168 dari level sebelumnya di posisi 90,4.
Kurs yen naik ke posisi ke 109,54 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 110,1.
Nilai tukar dolar Australia bergerak menguat naik ke posisi $0,7732 dari sebelumnya di $0,768.

Minyak
Harga minyak merosot pada perdagangan sesi pagi hari Senin (7/6) di pasar komoditas Asia. Para investor menunggu hasil negosiasi kesepakatan nuklir antara Iran dan negara-negara Barat pada pekan ini. Kesepakatan tersebut diperkirakan akan mendorong pasokan minyak.
Minyak WTI turun 0,4 persen per barel ke harga USD69,32 per barel. Minyak Brent melemah 0,5 persen ke harga USD71,51 per barel. (pkl 05.19 GMT)

(cnbc/idx/reuters/bloomberg)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author