Bursa Siang: Terbebani Prospek Stimulus Gerak Pasar Asia Terbatas, IHSG Naik Tipis

Bursa Siang: Terbebani Prospek Stimulus Gerak Pasar Asia Terbatas, IHSG Naik Tipis

Posted by Written on 09 June 2021


Ipotnews IHSG bergerak dalam kisaran sempit pada perdagangan sesi I hari Rabu (9/6). Hanya menguat 8 poin (+0,15 persen), IHSG menetap di level 6.008 setelah sempat lesu di menit-menit awal perdagangan sesi I.

Indeks LQ45 -0,17% ke 893.

Indeks IDX30 -0,19% ke 478.

Indeks IDX80 -0,13% ke 127.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,19% ke 558.

Indeks Kompas100 -0,02% ke 1.115.

Indeks Sri Kehati -0,13% ke 342.

Indeks SMInfra18 -0,30% ke 305.

Saham Paling Aktif: BHITBABPAMRTBGTGBCAPAGROARTO

Saham Top Gainers LQ45: MEDCTBIGANTMTPIAINCOSMGRBMRI

Saham Top Losers LQ45: ICBPGGRMPGASMNCNITMGSMRAKLBF

Nilai transaksi Rp6,90 triliun. Volume perdagangan sebanyak 159,93 juta lot saham. Investor asing net sell Rp196,48 miliar.

Rupiah bergerak melemah 0,09 persen terhadap USD ke kevel Rp14.266 (12.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia bergerak dalam rentang sempit pada perdagangan sesi siang hari Rabu (9/6). Para investor mencermati perkiraan inflasi untuk mengukur prospek stimulus di tengah pemulihan ekonomi dari tekanan pandemi corona.

Market saham Jepang merosot tetapi bursa China ke zona hijau. Inflasi di tingkat produsen bulan Mei di China tertinggi sejak 2008. China mempertimbangkan menerapkan pembatasan harga batu bara thermal untuk menahan tingginya biaya energi.

Fokus pelaku pasar tetap pada rilis data inflasi USA pada Kamis pekan ini. Data tersebut mungkin berdampak pada persepsi bilamana the Fed mungkin mulai membicarakan tapering aset.

"Pasar obligasi di seluruh dunia mengindikasikan bahwa apapun yang terjadi pada angka inflasi, bank sentral sangat nyaman bahwa kenaikan inflasi yang terlihat ini masih bersifat sementara," kata Michael Jones, analis di Caravel Concepts seperti dikutip Bloomberg.

Pasar saham Tiongkok melaju positif. Indeks Shanghai Composite naik 0,4 persen dan Indeks Shenzhen Component naik 0,185 persen. Sedangkan Indeks Hang Seng (Hong Kong) turun 0,1 persen.

Data yang dirilis pemerintah China menunjukkan inflasi di tingkat produsen naik 9 persen di bulan Mei (YoY) atau lebih tinggi dari perkiraan sebesar 8,5 persen. Sedangkan inflasi di tingkat konsumen naik 1,3 persen (YoY), lebih rendah dari perkiraan sebesar 1,6 persen.
Pasar saham Jepang merosot lesu. Indeks Nikkei 225 turun 0,33 persen dan Indeks Topis melemah 0,2 persen.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) merosot 0,19 persen.
Sedangkan Indeks S&P/ASX200 melorot 0,23 persen. Indeks Kospi (Korsel) bergerak turun 0,56 persen.
Indeks dolar AS melandai ke 90,084 dari level sebelumnya di posisi 90.
Kurs yen drop tipis ke posisi ke 109,46 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 109,2.
Nilai tukar dolar Australia bergerak melemah ke posisi $0,774 dari sebelumnya di $0,776.

Minyak
Harga minyak menguat pada perdagangan sesi pagi hari Rabu (9/6) di pasar komoditas Asia. Penguatan terjadi setelah data yang dirilis menunjukkan stok minyak di USA turun lagi, menguatkan lagi optimisme pemulihan demand.
Minyak WTI naik 0,6 persen per barel ke harga USD70,49 per barel. Minyak Brent naik 0,6 persen ke harga USD72,65 per barel. (pkl 12.06 PM wkt Singapura)

(cnbc/idx/reuters/bloomberg)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author