Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Variatif, IHSG Konsolidasi Berusaha ke Jalur Uptrend

Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Variatif, IHSG Konsolidasi Berusaha ke Jalur Uptrend

Posted by Written on 10 June 2021


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (10/6), dibuka  mixed  cenderung menguat, melanjutkan tren pergerakan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang ditutup bervariasi, di tengah penantian investor pada keputusan rapat kebijakan Bank Sentral Eropa dan rilis data inflasi AS.

Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang bergerak mendatar.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia yang cenderung mendatar di kisaran level 7.270. Indeks bergerak naik 0,36% (26,00 poin) ke posisi 7.296,20 pada pukul 8:15 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,1%, dan berlanjut bertambah 0,08% di posisi 3.218,60.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang naik 0,36% (103,70 poin) ke level 28.964,50, setelah dibuka mendatar di posisi 28.860, indeks Topix melemah 0,1%.

Indeks Hang seng, Hongkong dibuka menguat 0,17% (49,39 poin) menjadi 28.792,02 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka sedikit melemah 0,11% di posisi 3.587,53.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan meningkat 0,8% ke level 6.047. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,82% menjadi USD22,16.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajar, untuk kembali ke jalur  uptrend  jangka pendek. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya bayangan  bearish  dengan arah sinyal negatif, bergerak dalam rentang konsolidasi.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya indeks di bursa Wall Street menjelang pengumuman data inflasi di bulan Mei dan naiknya kasus covid19 di dalam negeri mendekati 8,000an, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas seperti nikel dan batu bara berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 5,970 dan  resistance  di level 6,120. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: MAPI (Buy). Support: Rp745, Resist: Rp775, SMGR (Buy). Support: Rp10,175, Resist: Rp10,625, 

    JPFA (Buy on Weakness). Support: Rp2,050, Resist: Rp2,110, KLBF (Buy on Weakness). Support: Rp1,420, Resist: Rp1,465.

  • ETF: R-LQ45X (Buy). Support: Rp948, Resist: Rp958, XBLQ (Buy). Support: Rp447, Resist: Rp457, 

    XIIT (Buy). Support: Rp498, Resist: Rp514.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah. Investor menunggu data inflasi berikutnya untuk mengukur apakah tekanan harga yang lebih tinggi hanya bersifat sementara ketika ekonomi terus pulih dari resesi akibat pandemi. Ekonom memperkirakan indeks harga konsumen periode Mei yang akan dirilis Kamis ini, naik 4,7% dari tahun sebelumnya. IHK April lalu meningkat 4,2% secara tahunan, kenaikan tercepat sejak 2008.

Saham sektor industri dan keuangan menjadi pecundang terbesar mebebani indeks S&P 500.  Aksi meme stock mania  berlanjut, saham Clean Energy Fuels melambung lebih dari 31%. Sedangkan Clover Heath, yang melonjak lebih dari 85% di sesi sebelumnya, anjlok 23%. Campbell Soup Co. anjlok 6,5% karena gagal memenuhi ekspektasi laba kuartalan. Pfizer Inc dan Merck & Co melesat 2,5% dan 2,3% karena Washington akan membeli vaksin dan obat Covid dari dua produsen itu.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,44% (-152,68 poin) menjadi 34.447,14.

  • S&P 500 melemah 0,18% (-7,71 poin) ke posisi 4.219,55.

  • Nasdaq Composite berkurang 0,09% (-13,16 poin) ke level 13.911,75.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup mixed, investor menunda mengambil langkah besar menjelang keputusan kebijakan dari Bank Sentral Eropa dan data inflasi Amerika Serikat pekan ini. Kekhawatiran tentang kenaikan inflasi tetap menghantui investor setelah data menunjukkan harga di gerbang pabrik China periode Mei melesat pada laju tahunan tercepat dalam lebih dari 12 tahun, didorong lonjakan harga komoditas. Jerman menyesuaikan data perdagangan April, dengan pertumbuhan nilai impor -1,7% (mom), melebihi ekspektasi ekonom -1,1%.

Indeks STOXX600 naik tipis 0,09% menjadi 454,44, dipimpin kenaikan saham sektor kesehatan sebesar 1,9%. Saham sumber daya dasar anjlok 1,8%. Indeks  travel and leisure  sebesar 0,9%. Air France KLM, Lufthansa dan pemilik British Airways, IAG, melesat sekitar 3% setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS melonggarkan rekomendasi perjalanan di 110 negara dan wilayah. Raksasa tambang yang melantai di bursa Inggris seperti Rio Tinto, Anglo American dan BHP Group anjlok lebih dari 2%. Raksasa ritel Spanyol, Inditex, merosot lebih dari 2,2%.

FTSE 100 London melemah 0,2% (-14,08 poin) menjadi 7.081,01.

DAX 30 Frankfurt turun 0,38% (-59,46 poin) ke posisi 15.581,14.

CAC 40 Paris menguat 0,19% (12,44 poin) ke level 6.563,45.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit bergeser dari posisi terendah. Investor  wait and see  jelang rapat kebijakan Bank Sentral Eropa dan laporan indeks harga konsumen (IHK) AS. Ekonom yang disurvei  Reuters  memperkirakan IHK naik 0,4% pada Mei. Rilis indeks harga produsen China untuk periode Mei menunjukkan lonjakan terbesar dalam belasan tahun, dan IHK negara itu naik 1,3% (yoy) pada Mei, terbesar dalam delapan bulan, namundi bawah ekspektasi.

Bank of Canada, Rabu, membiarkan suku bunga utamanya tidak berubah seperti ekspektasi, dan mengatakan akan mempertahankan kebijakan  quantitative easing, serta  menegaskan kembali bahwa suku bunga tidak berubah hingga setidaknya semester kedua 2022. Poundstreling merosot karena Inggris dan Uni Eropa gagal menyepakati solusi untuk masalah perdagangan pasca-Brexit di provinsi Inggris di Irlandia Utara. Indeks Dolar AS (Indeks DXY), menguat 0,03% menjadi 90,14.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.2178-0.0002-0.02%7:33 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.4112-0.0006-0.04%7:33 PM
Yen (USD-JPY)109.630.000.00%7:33 PM
Yuan (USD-CNY)6.3872-0.0133-0.21%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,255.002.50+0.02%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 9/6/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges dini hari tadi ditutup relatif stabil. Data Badan Informasi Energi (EIA) AS menunjukkan lonjakan stok bensin dan bahan bakar lainnya karena permintaan bahan bakar yang lemah setelah  long weekend  Memorial Day, yang biasanya merupakan awal dari puncak  driving season  musim panas. Produk yang dipasok turun menjadi 17,7 juta barel per hari, dibandingkan 19,1 juta pada pekan sebelumnya.

Analis lain memperkirakan cuaca buruk di Pantai Timur AS telah mengurangi konsumsi, menyusul periode penimbunan bensin yang secara artifisial meningkatkan permintaan selama penutupan Colonial Pipeline bulan lalu  EIA memperkirakan konsumsi bahan bakar AS tumbuh 1,48 juta bph tahun ini, naik dari prediksi sebelumnya 1,39 juta bph. Prospek kembalinya pasokan minyak Iran memudar setelah Menteri Luar Negeri AS mengatakan sanksi terhadap Teheran tidak mungkin dicabut.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent menetap di posisi USD72,22 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 9 sen (-0,1%) menjadi USD69,96 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi ditutup sedikit menguat, sementara harga emas di pasar spot sedikit melemah. Harga emas bergerak dalam kisaran ketat, karena investor menantikan data inflasi AS yang dapat mempengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Analis mengatakan, The Fed tampaknya tetap berpegang pada gagasan bahwa tren inflasi saat ini bersifat sementara, dan kemungkinan akan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar.

Melonjaknya harga bahan baku merupakan indikasi tren inflasi, juga mendukung emas.Namun harga emas dinilai semakin rentan terhadap kemunduran jangka pendek, karena aksi spekulatif dan permintaan fisik melambat di tengah pertempuran India melawan Covid-19 dan memudarnya permintaan China.Harga logam mulia lainnya, perak naik 0,8% menjadi USD27,86 per ounce, paladium anjlok 1,2% menjadi USD2.773,94 per ounce, sementara platinum merosot 1,2% menjadi USD1.148,07 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi USD1.891,05 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS naik 0,1% menjadi USD1.895,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author