Bursa Siang: Market Regional Asia Cerah Jelang Rilis Inflasi Global, IHSG Masih Berjaya

Bursa Siang: Market Regional Asia Cerah Jelang Rilis Inflasi Global, IHSG Masih Berjaya

Posted by Written on 10 June 2021


Ipotnews IHSG unjuk kekuatan lagi pada perdagangan sesi I hari Kamis (10/6). Naik 0,81 persen (+48 poin), IHSG menetap di level 6.096 setelah konsisten di zona hijau sejak awal perdagangan.

Indeks LQ45 +0,55% ke 903.

Indeks IDX30 +0,55% ke 483.

Indeks IDX80 +0,48% ke 129.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,26% ke 565.

Indeks Kompas100 +0,49% ke 1.126.

Indeks Sri Kehati +0,74% ke 346.

Indeks SMInfra18 +0,11% ke 308.

Saham Paling Aktif: BCAPBEKSAMRTBMTRAGRODMMXBBRI

Saham Top Gainers LQ45: EXCLBTPSMNCNWIKAPTPPGGRMERAA

Saham Top Losers LQ45: KLBFMIKATPIABBTNANTMITMGJSMR

Nilai transaksi Rp6,60 triliun. Volume perdagangan sebanyak 146,82 juta lot saham. Investor asing net sell Rp250,53 miliar.

Rupiah bergerak menguat 0,12 persen terhadap USD ke kevel Rp14.238 (12.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia bergerak menguat pada perdagangan sesi siang hari Kamis (19/6). Negosiasi USA-China mendorong yuan di pasar valas lokal (offshore). Sementara itu pasar surat utang rally menjelang rilis data inflasi USA yang mungkin memberi sinyal prospek kebijakan moneter the Fed.

Market saham Jepang, China dan Hong Kong menguat ke zona hijau. Yuan di market valas offshore menguat setelah kementerian perdagangan USA dan China sepakat untuk mendorong relasi investasi dan perdagangan ke depan untuk pertama kalinya sejak Joe Biden terpilih sebagai presiden USA.

Secara terpisah Biden mencabut larangan terhadap Tik Tok dan WeChat yang diterapkan era Trump. Joe Biden memerintahkan peninjauan aplikasi perangkat lunak dari negara asing yang dianggap musuh dan tindakan terhadap mereka yang menimbulkan risiko keamanan.

Yield obligasi USA tenor 10 tahun lanjut melemah di bawah level 1,5 persen, menandakan dukungan untuk pendapat bahwa rebound dari pandemik hanya akan memicu serangan sementara lonjakan inflasi. Imbal hasil obligasi Australia tenor 10 tahun turun.

Imbal hasil obligasi turun karena para trader bersiap mengantisipasi data inflasi USA. Para trader wait and see bilamana data inflasi USA mengubah persepsi kapan the Fed memulai wacana tapering.

"Investor berpandangan bahwa tekanan inflasi saat ini bersifat sementara. Mereka memperkirakan the Fed tetap ekspansif untuk saat ini," kata Ann Katrin Petersen, analis di Allianz Global Investor seperti dikutip Bloomberg.

Pasar saham Tiongkok melaju positif. Indeks Shanghai Composite naik 1,299 persen dan Indeks Shenzhen Component naik 0,82 persen. Sedangkan Indeks Hang Seng (Hong Kong) melaju 0,3 persen.

Pasar saham Jepang bangkit dari pelemahan. Indeks Nikkei 225 naik 0,37 persen dan Indeks Topis melandai. Indeks Kospi di bursa Korsel naik 0,57 persen.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) melaju 0,57 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 up 0,57 persen.
Indeks dolar AS naik tipis ke 90,186 dari level sebelumnya di posisi 90.
Kurs yen drop tipis ke posisi ke 109,56 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 109,2.
Nilai tukar dolar Australia bergerak melemah ke posisi $0,773 dari sebelumnya di $0,776.

Minyak
Harga minyak merosot pada perdagangan sesi pagi hari Kamis (10/6) di pasar komoditas Asia seiring kenaikan stok minyak USA menekan optimisme demand. Ekspektasi demand menjadi penggerak minyak menorehkan harga tertinggi sejak 2018 pada pekan ini.
Minyak WTI drop 0,7 persen per barel ke harga USD69,45 per barel. Minyak Brent turun 0,7 persen ke harga USD71,69 per barel. (pkl 12.18 PM wkt Singapura)

(cnbc/idx/bloomberg)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author