Bursa Siang: Takut Dampak Pandemi Saham Asia Bobol, IHSG Juga Tergelincir

Bursa Siang: Takut Dampak Pandemi Saham Asia Bobol, IHSG Juga Tergelincir

Posted by Written on 19 July 2021


Ipotnews - Konsisten melemah sejak awal, IHSG tertekan pada akhir perdagangan sesi 1 hari Senin (19/7). Indeks bertengger di teritori negatif ke posisi 6.031 setelah merosot 0,67 persen atau berkurang 41 poin.
Indeks LQ45 -0,83% ke 840.
Indeks IDX30 -0,76% ke 448.
Indeks IDX80 -0,80% ke 120.
Jakarta Islamic Indeks (JII) -0,53% ke 547.
Indeks Kompas100 -0,81% ke 1.066.
Indeks Sri Kehati -0,87% ke 316.
Indeks SMInfra18 -1,08% ke 281.
Saham Paling Aktif: BGTGAGIIBABPBRISAGRODMMXEMTK

Saham Top Gainers LQ45: INKPAKRATKIMCPINTLKMADROANTM

Saham Top Losers LQ45: KLBFMIKATOWRINCOPGASUNTRMNCN

Nilai transaksi Rp5,64 triliun. Volume perdagangan sebanyak 124,39 juta lot saham. Investor asing net buy Rp117,26 miliar.
Rupiah bergerak merosot 0,19 persen terhadap USD ke kevel Rp14.524 (12.00 PM).

Bursa Asia
Pasar saham Asia bergerak melemah saat sesi siang pada perdagangan hari Senin (19/7) seiring ketakutan dampak pandemi covid-19 serta naiknya inflasi terhadap prospek ekonomi.
MSCI Asia Pacific Index ke posisi terendah sepekan terakhir. Bursa Hong Kong dan Jepang tertekan. Rally pasar saham berlanjut, mengantarkan yield tenor 10 tahun terus bergerak di bawah level 1,3 persen.
Reli pasarr saham global terhenti karena investor mempertimbangkan apakah inflasi akan melemahkan rebound ekonomi dari pandemi, sebagian juga karena dipicu bank sentral mengurangi dukungan kebijakan moneter.
Investor juga mencoba paham penurunan yield obligasi. Bagi sebagian pelaku pasar, tren tersebut merupakan sinyal pemulihan ekonomi global yang retak karena varian delta virus covid19 memaksa beberapa negara memberlakukan pembatasan. Sementara bagi yang lain, reli obligasi sudah terlalu jauh.
"Latar belakang covid-19 hanyalah salah satu dari beberapa faktor yang mungkin berdampak buruk," kata Lori Calvasina, analis di RBC Capital Markets. Dia menambahkan prospek pengurangan stimulus the Fed yang lebih cepat dari perkiraan juga ikut membuat buruk pasar.
Data yang dirilis pada pekan lalu, menunjukkan penjualan ritel tetap kuat di AS tetapi sentimen konsumen secara tak terduga menurun karena naiknya kekhawatiran atas kenaikan harga menyebabkan penurunan kondisi pembelian dalam jumlah besar.
Indeks Nikkei 225 di bursa saham Jepang terjungkal ke zona merah. Nikkei 225 turun 1,46 persen. Indeks Topix melemah 1,39 persen. Indeks Kospi (Korsel) melemah 0,91 persen.
Pasar saham Tiongkok juga dalam tekanan. Indeks Shanghai Composite drop 0,3 persen dan Indeks Shenzhen Component melemah tipis. Sedangkan di bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng melemah 1,59 persen.
MSCI Asia Pacific Index (tidak termasuk Jepang) merosot 1,19 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX 200 di pasar saham Australia melemah 0,85 persen.
Indeks dolar AS melaju ke posisi 92,726 dari level sebelumnya di posisi 92,4.
Kurs yen menguat ke posisi ke 109,94 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 110,4.
Nilai tukar dolar Australia bergerak melemah ke posisi $0,7387 dari sebelumnya di $0,748.

Minyak
Harga minyak melemah signifikan pada perdagangan sesi pagi hari Senin (19/7) di pasar komoditas Asia. Pelemahan terjadi setelah OPEC plus sepakat meningkatkan produksi hingga 2022, menyelesaikan tekanan polemik internal pahit yang telah mengguncang aliansi tersebut untuk mengembalikan jutaan barel minyak minyak ke pasar.
Minyak WTI tertekan 1,4 persen ke posisi harga USD70,82 per barel. Sedangkan minyak Brent drop 1,5 persen ke harga USD72,51 per barel.
(cnbc/idx/bloomberg)

Sumber : admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author